Story
Gugatan Pelecehan Seksual Terhadap JPMorgan Ditolak, Pengajuan Ulang Diharapkan

Summary
Seorang hakim negara bagian New York menolak gugatan pelecehan seksual terhadap JPMorgan Chase oleh mantan bankirnya, namun gugatan tersebut diperkirakan akan diajukan kembali di pengadilan federal dengan klaim tambahan.
Seorang hakim negara bagian New York telah menolak gugatan yang diajukan oleh mantan bankir JPMorgan Chase, Chirayu Rana, yang menuduh mantan atasannya melakukan pemaksaan seksual. Namun, kasus ini diperkirakan akan diajukan kembali di pengadilan federal, menandakan bahwa proses hukum ini masih akan berlanjut.
Detail Putusan Pengadilan
Hakim Dakota Ramseur pada hari Kamis mengabulkan permintaan dari pihak Chirayu Rana untuk menolak gugatannya sendiri. Sebagai syarat penolakan tersebut, Rana diwajibkan untuk membayar sebagian biaya hukum yang dikeluarkan oleh JPMorgan dan mantan rekannya, Lorna Hajdini.
Keputusan ini tidak memengaruhi gugatan balik pencemaran nama baik yang diajukan oleh Hajdini terhadap Rana. Gugatan tersebut, menurut putusan, akan tetap diproses di pengadilan negara bagian di Manhattan.
Latar Belakang Tuduhan
Rana, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di bidang keuangan dengan leverage, menuduh Hajdini menggunakan senioritasnya untuk memaksanya melakukan aktivitas seksual non-konsensual selama beberapa bulan. Gugatan yang diajukan pada 27 April itu memuat tuduhan serius, termasuk penggunaan bahasa yang merendahkan ras, pemerkosaan, dan ancaman untuk menyabotase kariernya.
AdDi sisi lain, Hajdini membantah keras semua tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai "kebohongan jahat" yang telah "menghancurkan" hidupnya. Ia juga menyangkal pernah menjadi atasan Rana atau melontarkan ancaman. Sejak awal, JPMorgan telah menyatakan keyakinannya bahwa tuduhan Rana tidak berdasar.
Langkah Hukum Selanjutnya
Setelah mengganti tim kuasa hukumnya bulan lalu, pihak Rana diperkirakan tidak akan berhenti. Pengacara barunya telah menyatakan niat untuk mengajukan kembali kasus ini di pengadilan federal.
Gugatan baru tersebut kemungkinan akan diperluas dengan menambahkan klaim diskriminasi dan pembalasan di bawah beberapa undang-undang hak sipil federal. Selain itu, mereka juga berencana untuk memasukkan klaim di bawah Undang-Undang Cuti Keluarga dan Medis federal (Family and Medical Leave Act).