Story
Cadangan Minyak Jepang Naik Jadi 202 Hari, Membalik Tren Penurunan

Summary
Cadangan minyak mentah strategis Jepang meningkat menjadi setara 202 hari konsumsi pada bulan Juli, membalikkan tren penurunan selama tiga bulan sebelumnya, menurut data pemerintah. Peningkatan ini terjadi di tengah ketergantungan negara yang tinggi pada impor minyak dari Timur Tengah.
Cadangan minyak mentah strategis Jepang meningkat setara tiga hari menjadi 202 hari konsumsi pada bulan Juli, membalikkan tren penurunan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Data ini dirilis oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang pada hari Selasa.
Kenaikan Setelah Penurunan Beruntun
Kenaikan cadangan per 1 Agustus ini merupakan pemulihan setelah mengalami penurunan berturut-turut. Menurut data METI, cadangan sempat turun empat hari pada bulan Juni, lima hari pada bulan Mei, dan 27 hari pada bulan April.
Cadangan strategis ini mencakup stok yang dikelola oleh pemerintah (publik), sektor swasta, dan yang dimiliki bersama dengan negara-negara produsen minyak. Pemerintah Jepang dilaporkan belum membuat keputusan baru untuk melepaskan cadangan tambahan sejak bulan Mei.
AdKonteks Ketergantungan Impor
Peningkatan cadangan ini menjadi krusial mengingat tingginya ketergantungan Jepang pada pasokan energi dari luar negeri. Pada tahun 2025, Jepang mengimpor 94% minyak mentahnya dari kawasan Timur Tengah.
Level cadangan yang kuat berfungsi sebagai penyangga vital terhadap potensi guncangan pasokan atau volatilitas harga di pasar global, yang dapat dipicu oleh ketidakstabilan geopolitik di negara-negara produsen utama. Bagi investor, stabilitas cadangan ini merupakan indikator kunci ketahanan energi ekonomi Jepang.