Story

Yen Mendekati Level 160 per Dolar AS, Efek Intervensi Pasar Melemah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 12, 20262 min read
Yen Mendekati Level 160 per Dolar AS, Efek Intervensi Pasar Melemah
Text size
Background

Nilai tukar yen Jepang diperdagangkan mendekati level 160 terhadap dolar AS pada hari Selasa, menandakan bahwa efek dari intervensi pasar yang dilakukan bersama oleh Amerika Serikat dan Jepang terus memudar. Mata uang Jepang tersebut telah kehilangan hampir setengah dari kenaikan yang diperolehnya pasca-intervensi, memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai potensi intervensi baru.

Efek Intervensi Mereda

Pada Selasa, yen sempat menguat tipis ke level 159,1 per dolar AS. Namun, penguatan ini terjadi setelah pelemahan signifikan sebesar 0,9% pada hari Senin, yang semakin menjauhkan yen dari level tertinggi tiga bulan di 155,20 yang dicapai minggu lalu.

Level puncak tersebut merupakan hasil dari intervensi pembelian yen gabungan yang langka oleh otoritas AS dan Jepang pada akhir Juli. Intervensi itu dilakukan setelah yen anjlok ke level terendah dalam 40 tahun di 163,99 per dolar AS. Dengan pelemahan saat ini, para pedagang mengantisipasi otoritas moneter akan kembali masuk ke pasar.

Posisi Spekulatif dan Prospek Pasar

Data dari regulator AS menunjukkan bahwa para spekulan telah memangkas posisi jual (short) mereka pada yen secara drastis. Untuk pekan yang berakhir pada 4 Agustus, posisi jual bersih yen berkurang sebesar $8,665 miliar menjadi $3,604 miliar, penurunan terbesar dalam lebih dari 12 tahun.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Para analis memperkirakan bahwa spekulan kemungkinan akan kembali membangun posisi jual terhadap yen. Namun, potensi percepatan pengetatan kebijakan moneter oleh Bank of Japan tetap menjadi faktor risiko yang dapat menahan pelemahan yen lebih lanjut.

Dolar Australia Stabil

Di pasar lain, Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,35%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Meskipun demikian, bank sentral tersebut memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin masih diperlukan di masa depan untuk mengendalikan inflasi yang didorong oleh kenaikan biaya energi.

Dolar Australia (AUD) diperdagangkan stabil di level $0,7054, bertahan di dekat level tertingginya sejak pertengahan Juni. Keputusan RBA ini memberikan stabilitas pada mata uang tersebut di tengah dinamika pasar valuta asing yang lebih luas.

Back to latest news

LATEST