Story
Iran Tuntut Kompensasi dan Pencabutan Sanksi AS untuk Buka Kembali Selat Hormuz

Summary
Iran menyatakan tidak akan membuka kembali jalur pelayaran vital Selat Hormuz hingga Amerika Serikat memenuhi serangkaian tuntutan, termasuk kompensasi dan pencabutan sanksi, meskipun kesepakatan dengan Oman mengenai jalur baru hampir tercapai.
Iran menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis untuk pengiriman minyak dan gas global, bergantung pada pemenuhan serangkaian syarat oleh Amerika Serikat. Syarat tersebut mencakup pembayaran kompensasi, pencabutan sanksi, dan penghentian ancaman militer.
Rincian Tuntutan Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, pada hari Minggu mengonfirmasi bahwa kesepakatan dengan Oman untuk mendefinisikan jalur pelayaran baru melalui selat tersebut berada dalam "tahap akhir". Namun, ia mengulangi bahwa Teheran tidak akan membuka kembali jalur air tersebut kecuali AS memenuhi tuntutan yang telah ditetapkan.
Menurut Mohammad Baqer Zolqadr, sekretaris badan keamanan nasional Iran, daftar tuntutan tersebut meliputi:
- Pembayaran kompensasi oleh AS atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan.
- Penghentian ancaman lebih lanjut dari AS terhadap Iran.
- Penghentian agresi terhadap Iran dan sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak.
- Penghapusan blokade laut AS di Teluk.
- Pencabutan seluruh sanksi terhadap Iran.
- Pelepasan aset Iran yang dibekukan.
Posisi AS dan Negosiasi Tidak Langsung
AdSeorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa Iran dan Oman memang hampir mencapai kesepakatan yang dapat membuka jalan untuk memulihkan jalur aman melalui selat tersebut. Pejabat itu menambahkan bahwa AS akan mencabut blokade pelabuhan Iran setelah kesepakatan untuk memulihkan pelayaran komersial diumumkan dan Iran mengimplementasikan komitmennya.
Pernyataan ini mengindikasikan adanya urutan tindakan yang rumit dalam mencapai kesepakatan. Abbas Araqchi menyatakan bahwa Iran dan AS tidak terlibat dalam pembicaraan langsung dan pesan-pesan disampaikan melalui perantara. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Axios bahwa AS bersikap "low-key" dan hanya "setengah bernegosiasi" dengan Iran.
Konteks dan Eskalasi Regional
Iran memblokir Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS dan Israel yang dimulai pada akhir Februari, yang menurut Washington bertujuan untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Gencatan senjata yang disepakati pada bulan Juni gagal setelah AS kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran di Teluk pada bulan Juli, sebuah tindakan yang dianggap Teheran sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Ketegangan di kawasan ini terus meningkat. Uni Emirat Arab pada hari Sabtu mengatakan bahwa Iran telah menyerang sebuah kapal yang berafiliasi dengan perusahaan minyak negaranya. Selain itu, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran mengatakan mereka telah menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco pada hari Minggu, menambah ketidakstabilan di titik penting minyak lainnya di Laut Merah.