Story
Saham Intel Melonjak Berkat Rencana Pabrik dengan SK Hynix, J.B. Hunt Anjlok

Summary
Saham Intel dan SK Hynix menguat di sesi pra-perdagangan menyusul laporan pembicaraan untuk memproduksi chip memori di AS. Sebaliknya, saham J.B. Hunt Transport anjlok setelah mengeluarkan peringatan laba yang tidak biasa.
Saham Intel (INTC) dan SK Hynix menguat secara signifikan dalam perdagangan pra-pasar AS setelah sebuah laporan mengindikasikan kedua perusahaan sedang dalam pembicaraan untuk memproduksi chip memori di Amerika Serikat. Di sisi lain, saham perusahaan logistik J.B. Hunt Transport Services (JBHT) anjlok setelah merilis peringatan laba yang tidak terduga.
Penggerak Utama Pasar
Saham Intel melonjak sekitar 5% di pra-pasar, sementara saham SK Hynix yang terdaftar di AS naik 2,9%. Menurut laporan Reuters yang mengutip tiga sumber, kedua raksasa semikonduktor ini tengah mendiskusikan potensi kesepakatan untuk memproduksi chip memori di AS untuk pertama kalinya.
Opsi yang sedang dipertimbangkan termasuk SK Hynix menyewa sebagian dari fasilitas manufaktur chip Intel yang direncanakan di Ohio, atau membentuk usaha patungan (*joint venture*). Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memperluas kapasitas produksi chip memori di wilayah AS, menarik minat investor di tengah dinamika industri semikonduktor global.
Sebaliknya, saham J.B. Hunt anjlok sebanyak 9% setelah perusahaan mengeluarkan peringatan laba yang tidak biasa saat konferensi Morgan Stanley. Perusahaan memperkirakan laba kuartal ketiga akan turun antara 5% hingga 10% dibandingkan kuartal kedua, dengan alasan kenaikan biaya. Langkah ini dianggap tidak lazim karena perusahaan biasanya tidak memberikan pembaruan kinerja di tengah kuartal.
AdSaham Lain yang Menjadi Sorotan
Beberapa saham lain juga menunjukkan pergerakan signifikan berdasarkan berita spesifik perusahaan:
- Expedia (EXPE): Saham perusahaan perjalanan online ini tergelincir 2,7% setelah Morgan Stanley memulai liputan dengan peringkat "Underweight" dan target harga $235. Bank investasi tersebut menyuarakan kekhawatiran tentang pertumbuhan pengguna aktif bulanan yang datar dan eksposur perusahaan yang tinggi terhadap segmen hotel dan tiket pesawat yang lebih rentan terhadap disrupsi dari alat berbasis AI.
- Alvotech (ALVO): Saham produsen obat biosimilar ini reli 5,6% setelah Barclays menaikkan peringkatnya menjadi "Overweight" dari "Underweight". Peningkatan ini didorong oleh prospek regulasi yang membaik setelah FDA AS mengklasifikasikan inspeksi fasilitas manufaktur perusahaan di Islandia dengan status "Voluntary Action Indicated", yang dianggap menghilangkan hambatan regulasi yang signifikan.
- Beta Bionics (BBNX): Saham perusahaan ini turun 5,8% setelah mengumumkan harga penawaran umum saham senilai $150 juta di harga $17,25 per saham. Harga tersebut merupakan diskon dari harga penutupan sebelumnya, yang memicu aksi jual karena investor mengantisipasi potensi dilusi kepemilikan saham.