Story
Saham Indonesia Sedikit Turun karena Sektor Infrastruktur dan Pertanian Terbebani

Indeks saham utama Indonesia ditutup sedikit lebih rendah pada sesi perdagangan Rabu, karena kerugian di sektor-sektor utama mengimbangi kenaikan di sektor lain di pasar. Indeks Komposit IDX turun sebesar 0,13% pada penutupan perdagangan di Jakarta.
Penurunan Berdasarkan Sektor
Penurunan moderat ini terutama didorong oleh kinerja negatif di sektor Infrastruktur, Pertanian, dan Industri Dasar, menurut data pasar. Kondisi pasar secara keseluruhan mencerminkan pelemahan yang lebih luas, dengan saham yang turun lebih banyak daripada saham yang naik di Bursa Efek Jakarta dengan selisih 456 berbanding 248, sementara 126 saham tetap tidak berubah.
Di antara saham-saham dengan kinerja terburuk pada sesi perdagangan adalah:
- Estee Gold Feet PT Tbk (EURO), yang turun 9,82%.
- Graha Prima Mentari PT Tbk (GRPM), turun 9,35%.
- Utama Radar Cahaya Tbk PT (RCCC), yang turun 8,79%.
AdDari sisi positif, saham-saham yang mencatatkan kenaikan signifikan antara lain PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI), yang melonjak 20,81%, dan PT Koka Indonesia (KOKA), yang bertambah 16,81%. Saham PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) naik 12,50% ke level tertinggi tiga tahun.
Pasar Mata Uang dan Komoditas
Di pasar mata uang, Rupiah Indonesia melemah terhadap dolar AS, dengan pasangan USD/IDR naik 0,33% menjadi 18.167,70. Indeks Dolar AS Berjangka, yang melacak dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,05% menjadi 102,22.
Pasar komoditas menunjukkan hasil yang beragam. Harga minyak mentah naik, dengan kontrak Desember untuk Minyak Mentah WTI naik 1,39% menjadi $101,29 per barel, sementara kontrak minyak Brent Januari naik 1,33% menjadi $110,87 per barel. Sebaliknya, kontrak emas berjangka Desember turun 0,27% menjadi $4.063,60 per ons troy.