Story

Saham India Melemah, Nifty 50 dan Sensex Ditutup di Zona Merah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 21, 20261 min read
Saham India Melemah, Nifty 50 dan Sensex Ditutup di Zona Merah
Text size
Background

Indeks saham utama India berakhir di wilayah negatif pada penutupan perdagangan hari Selasa, karena tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektor teknologi dan keuangan membayangi sentimen pasar. Indeks Nifty 50 turun sebesar 0,19%, sementara indeks BSE Sensex 30 terkoreksi 0,31%.

Rangkuman Pasar

Menurut data pasar dari Investing.com, pelemahan indeks dipimpin oleh kerugian di beberapa sektor kunci, termasuk Barang Konsumsi Cepat (FMCG), Kesehatan, dan Teknologi Informasi (TI). Tekanan jual ini cukup untuk mendorong kedua indeks acuan ke zona merah pada akhir sesi.

Meski indeks utama melemah, sentimen pasar yang lebih luas menunjukkan gambaran yang beragam. Di Bursa Efek Nasional (NSE), jumlah saham yang menguat (1.354) melampaui jumlah saham yang melemah (1.184), yang mengindikasikan bahwa pelemahan terkonsentrasi pada saham-saham unggulan.

Saham Penggerak Indeks

Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama bagi indeks pada hari Selasa. Saham-saham dengan kinerja terlemah di Nifty 50 antara lain:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • HDFC Bank Ltd (HDBK), yang anjlok 2,08%
  • Infosys Ltd (INFY), turun 1,52%
  • State Bank Of India (SBI), melemah 1,45%

Di sisi lain, beberapa saham berhasil melawan tren pelemahan. Pemenang teratas di Nifty 50 termasuk Shriram Finance Ltd. (SHMF) yang naik 2,77%, diikuti oleh IndusInd Bank Ltd. (INBK) yang menguat 2,53% dan mencapai level tertinggi dalam 52 minggu, serta Bajaj Finserv Ltd (BJFS) yang naik 2,11%.

Volatilitas Menurun

Di tengah pelemahan indeks, tingkat kekhawatiran investor justru tampak mereda. Indeks Volatilitas India (India VIX), yang mengukur volatilitas tersirat dari opsi Nifty 50, turun secara signifikan sebesar 3,41% ke level 12,54. Penurunan VIX biasanya mengindikasikan ekspektasi pasar terhadap stabilitas harga yang lebih besar dalam jangka pendek.

Back to latest news

LATEST