Story
Harga Canola Berjangka Naik di Tengah Pelemahan Sektor Minyak Nabati

Summary
Kontrak berjangka kanola ICE ditutup lebih tinggi pada hari Selasa, didorong oleh penyesuaian pasar pasca-libur, meskipun kenaikannya dibatasi oleh pelemahan di sebagian besar pasar minyak nabati global.
Kontrak berjangka kanola di bursa ICE berakhir lebih tinggi pada perdagangan hari Selasa, seiring para pelaku pasar melakukan penyesuaian setelah libur pada hari Senin. Kenaikan ini terjadi meskipun ada tekanan jual dari pelemahan yang lebih luas di kompleks minyak nabati.
Menurut data pasar, kontrak kanola untuk pengiriman November naik $2,50 dan ditutup pada $766,60 per metrik ton. Pelaku pasar berupaya mengejar kenaikan yang terjadi di pasar Chicago saat pasar kanola tutup pada hari sebelumnya.
Kenaikan Terbatas oleh Faktor Eksternal
Seorang pedagang mencatat bahwa kenaikan harga kanola dibatasi oleh sentimen negatif di pasar minyak nabati lainnya. Pelemahan harga minyak mentah juga menambah tekanan, karena dapat mengurangi permintaan untuk bahan baku biofuel.
Pergerakan di pasar komoditas terkait menunjukkan tren yang beragam:
Ad- Minyak kedelai Chicago turun 0,91%.
- Biji kedelai Chicago anjlok 1,22%.
- Kontrak berjangka rapeseed di Euronext melemah 0,67%.
- Sebaliknya, minyak sawit berjangka Malaysia berhasil menguat 1,4%.
Prospek Pasokan dan Cuaca
Dari sisi fundamental, prospek pasokan tampak mendukung. Prakiraan cuaca untuk wilayah padang rumput Kanada menunjukkan curah hujan sedang dan suhu sejuk dalam sepekan mendatang.
Kondisi cuaca seperti ini dianggap menguntungkan bagi sebagian besar tanaman kanola, yang berpotensi meningkatkan ekspektasi hasil panen yang baik. Prospek pasokan yang solid dapat menjadi faktor yang membebani harga dalam jangka menengah.