Story
Proyeksi Pendapatan IBM Meleset dari Target Akibat Pergeseran Belanja ke AI

Summary
IBM merilis proyeksi pendapatan kuartal kedua yang berada di bawah estimasi analis karena pelanggan memprioritaskan belanja pada infrastruktur AI, yang menyebabkan sahamnya anjlok.
International Business Machines Corp. (IBM) merilis proyeksi awal pendapatan untuk kuartal kedua yang tidak mencapai estimasi Wall Street. Hal ini disebabkan oleh pergeseran belanja pelanggan yang memprioritaskan investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI), sehingga menekan anggaran untuk perangkat lunak tradisional.
Rincian Kinerja Keuangan
Berdasarkan hasil awal yang diumumkan pada hari Selasa, IBM memperkirakan kinerja keuangannya di bawah konsensus pasar. Angka-angka utama yang dirilis antara lain:
- Pendapatan: Diperkirakan mencapai $17,2 miliar, lebih rendah dari estimasi analis sebesar $17,86 miliar, menurut data yang dihimpun oleh LSEG.
- Laba per Saham (EPS) Disesuaikan: Diperkirakan sebesar $2,93, dibandingkan dengan estimasi analis sebesar $3,02.
Dampak Pergeseran Belanja Korporat
AdKinerja IBM yang lebih lemah dari perkiraan mencerminkan tren industri yang lebih luas, di mana perusahaan teknologi mengalihkan fokus dan anggaran mereka ke infrastruktur AI. Pelanggan lebih memprioritaskan pembelian server, media penyimpanan (storage), dan memori untuk mendukung pengembangan AI.
Dalam suratnya kepada investor, CEO IBM Arvind Krishna menyatakan bahwa perusahaan "gagal" beradaptasi cukup cepat terhadap kondisi pasar yang berkembang. Ia menambahkan bahwa situasi ini menyebabkan "banyak kesepakatan besar" tidak berhasil ditutup sesuai harapan pada kuartal tersebut.
Reaksi Pasar dan Implikasi
Berita ini memicu reaksi negatif dari investor, dengan saham IBM anjlok hingga 17% dalam perdagangan pra-pasar (premarket trading). Penurunan tajam ini mengindikasikan kekhawatiran pasar terhadap kemampuan IBM untuk bersaing di tengah pergeseran cepat menuju adopsi AI, yang menekan sumber pendapatan tradisionalnya.