Story
Sejumlah BUMN Asia Tengah Berencana Melantai di Bursa Hong Kong

Semakin banyak perusahaan infrastruktur milik negara (BUMN) dari Asia Tengah yang berencana mencatatkan sahamnya di Hong Kong. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pusat keuangan tersebut untuk memperluas hubungan pasar internasional dan memperdalam ikatan ekonomi dengan kawasan tersebut, menurut Sekretaris Keuangan Paul Chan.
Peran dalam Inisiatif Belt and Road
Chan, dalam sebuah laporan yang dikutip oleh Bloomberg, tidak menyebutkan nama perusahaan atau memberikan jadwal spesifik untuk penawaran umum perdana (IPO) yang direncanakan. Namun, ia menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya Hong Kong untuk memperkuat perannya dalam Inisiatif Belt and Road China dan menarik emiten dari pasar di luar Tiongkok daratan.
Menurut Chan, saat ini sudah lebih dari 100 perusahaan dari negara-negara yang berpartisipasi dalam Belt and Road yang tercatat di Bursa Efek Hong Kong. Total kapitalisasi pasar gabungan dari perusahaan-perusahaan tersebut telah melampaui HK$340 miliar (sekitar $43,4 miliar).
Upaya Diplomatik dan Studi Kasus
Hong Kong secara aktif memposisikan diri sebagai gerbang keuangan yang menghubungkan Asia Tengah dengan Tiongkok dan Asia Tenggara. Upaya ini didukung oleh kunjungan Kepala Eksekutif John Lee bersama delegasi bisnis ke Kazakhstan dan Uzbekistan pada awal tahun ini, yang juga diikuti oleh CEO Hong Kong Exchanges and Clearing, Bonnie Chan.
AdSalah satu contoh konkret dari inisiatif ini telah muncul dari Kazakhstan. Operator kereta api milik negara, Kazakhstan Temir Zholy, telah mengajukan permohonan IPO di Hong Kong pada bulan Juni. Langkah ini bertujuan untuk mencari pendanaan bagi pembangunan jalur kereta api lintas batas yang menghubungkan Kazakhstan dan Tiongkok. Pencatatan ini dapat menjadi studi kasus penting bagi BUMN lain di kawasan tersebut yang mempertimbangkan pasar modal Hong Kong.
Implikasi bagi Investor dan Pasar
Kehadiran emiten-emiten dari Asia Tengah akan memberikan investor di Hong Kong eksposur yang lebih besar terhadap sektor infrastruktur di kawasan tersebut. Bagi Hong Kong, keberhasilan menarik perusahaan-perusahaan ini akan memperkuat posisinya sebagai pusat penggalangan dana bagi proyek-proyek Belt and Road dan mendiversifikasi sumber emiten di bursanya.
Langkah ini juga berpotensi memperdalam hubungan keuangan antara Tiongkok dan Asia Tengah, seiring dengan meningkatnya investasi di sektor transportasi, perdagangan, dan infrastruktur lintas batas lainnya di seluruh wilayah.