Story
Laporan Greenland Holdings Penuh Kesalahan, Salah Tulis Angka Penjualan 10.000 Kali Lipat

Raksasa properti China, Greenland Holdings (600606.SH), merilis laporan keuangan semester pertama 2026 yang diwarnai oleh berbagai kesalahan penulisan mendasar. Kesalahan paling signifikan adalah salah penulisan unit angka penjualan kontrak yang menyebabkan perbedaan nilai sebesar 10.000 kali lipat, sehingga menimbulkan keraguan serius terhadap proses peninjauan dan kontrol internal perusahaan.
Rincian Kesalahan dalam Laporan
Dalam laporan setebal 340 halaman tersebut, kesalahan paling mencolok terdapat pada bagian diskusi dan analisis manajemen. Laporan tersebut menuliskan bahwa perusahaan "mencapai penjualan kontrak senilai 35,887 juta yuan", padahal angka yang benar, yang juga disebutkan di bagian lain dalam laporan yang sama, adalah 35,887 miliar yuan.
Selain kesalahan fatal pada angka penjualan, laporan tersebut juga mengandung sejumlah kekeliruan lain, menurut statistik yang dihimpun oleh Times Weekly:
- Kesalahan Geografis: "Daerah Otonomi Guangxi Zhuang" secara konsisten dan sistematis ditulis sebagai "Provinsi Guangxi" lebih dari 30 kali di berbagai tabel dan bagian.
- Nama Emiten: Nama perusahaan "Tinci Holdings" (kode saham 600620) salah dieja.
- Istilah Teknis: Frasa untuk "gagal membayar penuh dan tepat waktu" salah ditulis menjadi kata dengan makna yang berbeda.
- Nama Aset: Sebuah aset berupa "Gedung Pabrik" di Jiangsu salah ditulis menjadi "Ruang Bersalin".
Riwayat Pelanggaran Pengungkapan Informasi
AdInsiden ini bukanlah yang pertama bagi Greenland Holdings. Perusahaan ini memiliki rekam jejak pelanggaran keterbukaan informasi dan telah beberapa kali menerima sanksi dari regulator. Pada April 2025, regulator Shanghai menegur perusahaan karena gagal mengungkapkan informasi gugatan hukum yang signifikan secara tepat waktu.
Selanjutnya, pada Desember 2025, Bursa Efek Shanghai mengkritik perusahaan karena tidak segera melaporkan peristiwa gagal bayar utang. Teguran kembali diberikan pada April 2026 karena Greenland gagal melaporkan serangkaian gagal bayar utang dengan total nilai lebih dari 20 miliar yuan dan kerugian bersih yang substansial pada tahun 2024.
Konteks dan Implikasi bagi Investor
Laporan semesteran 2026 ini sendiri, yang tidak diaudit, melaporkan pendapatan sebesar 66,72 miliar yuan, turun 29,40% secara tahunan. Namun, kerugian bersih yang diatribusikan kepada induk perusahaan menyusut 91,39% menjadi -302 juta yuan. Pimpinan perusahaan, termasuk Chairman Zhang Yuliang, telah menyatakan jaminan atas kebenaran dan kelengkapan laporan tersebut.
Bagi investor, serangkaian kesalahan mulai dari kelalaian pelaporan material hingga salah ketik mendasar dapat mengikis kepercayaan terhadap tata kelola perusahaan. Munculnya kesalahan-kesalahan mendasar ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem verifikasi internal Greenland dan menjadi pengingat bagi investor akan pentingnya kehati-hatian dalam menganalisis laporan keuangan emiten.