Story

Sinyal Damai Timur Tengah Tekan Minyak, Harga Emas Terdorong Naik

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 6, 20262 min read
Sinyal Damai Timur Tengah Tekan Minyak, Harga Emas Terdorong Naik

Summary

Harga emas naik pada hari Selasa karena harga minyak mentah anjlok di tengah harapan kemajuan dalam perundingan damai Timur Tengah, yang meredakan kekhawatiran inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.

Text size
Background

Harga emas menguat pada hari Selasa, didukung oleh penurunan tajam harga minyak setelah munculnya sinyal-sinyal positif dari perundingan damai di Timur Tengah. Perkembangan ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi dan potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral.

Pada pukul 08:37 Waktu Bagian Timur AS (ET), harga emas spot tercatat naik 0,6% menjadi $4.080,63 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka menguat lebih signifikan sebesar 1,2% ke level $4.138,00 per ons.

Harapan Diplomatik Menekan Harga Minyak

Optimisme di pasar dipicu oleh laporan kemajuan dalam negosiasi yang bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur air vital yang menjadi pusat ketegangan antara AS dan Iran. Gangguan pada selat ini dikhawatirkan dapat memicu gelombang inflasi yang didorong oleh energi, sehingga memaksa bank sentral global, terutama The Federal Reserve AS, untuk menaikkan biaya pinjaman.

  • Minyak mentah Brent, patokan global, turun 1,8% menjadi $82,23 per barel.
  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 2,6% menjadi $78,24 per barel.

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa ia yakin kedua belah pihak mendekati kesepakatan, dan menyebutkan "kemungkinan adanya kesepakatan hari ini atau besok." Selain itu, laporan media mengindikasikan Qatar, yang bertindak sebagai mediator, terus mendorong upaya diplomatik dan sebuah draf teks perjanjian dilaporkan sedang diedarkan di antara para pihak.

Implikasi bagi Emas dan Suku Bunga

Sample IUX Markets – In-articleAd

Prospek meredanya ketegangan geopolitik dan penurunan harga energi mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menjadi sentimen negatif bagi emas, karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Meski demikian, sinyal yang muncul masih beragam. Presiden AS Donald Trump menyebutkan perundingan akan segera dimulai, namun Menteri Luar Negeri Iran Esmail Baghaei membantah adanya dialog tersebut. Ketidakpastian ini membuat emas tetap diperdagangkan dalam rentang harga yang relatif ketat.

Fokus Investor Tertuju pada Data Ekonomi AS

Di pasar valuta asing, Indeks Dolar AS terpantau stabil setelah melemah di awal pekan. Penguatan dolar biasanya membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Investor kini mengalihkan perhatian mereka pada serangkaian data pasar tenaga kerja AS yang akan dirilis minggu ini, termasuk laporan pekerjaan swasta ADP dan data Non-Farm Payrolls (NFP) pada hari Jumat. Data ini akan menjadi petunjuk penting bagi The Fed untuk menentukan apakah pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut diperlukan tahun ini, menyusul pernyataan *hawkish* dari beberapa pejabat Fed baru-baru ini.

Back to latest news

LATEST