Story
Harga Emas Bertahan Dekat $4.300, Gangguan Minyak Perkuat Spekulasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Summary
Harga emas bergerak tipis setelah turun pada sesi sebelumnya, karena gangguan pasokan minyak di Timur Tengah meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Harga emas bergerak stabil pada perdagangan hari Selasa, setelah mengalami penurunan lebih dari 1% di sesi sebelumnya. Stabilitas harga ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya minggu ini, dipicu oleh kekhawatiran inflasi akibat gangguan pasokan minyak di Timur Tengah.
Gangguan Minyak Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga
Logam mulia kembali berada di bawah tekanan setelah jatuh ke level terendah dalam lima minggu pada hari Senin, karena investor mengevaluasi kembali dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi dan kebijakan moneter. Kenaikan harga minyak, yang disebabkan oleh penutupan pipa minyak Timur-Barat oleh Arab Saudi, meningkatkan risiko bahwa inflasi akan tetap tinggi.
Menurut laporan Investing.com, pasar saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed mencapai 92%. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas, karena sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), emas menjadi kurang menarik dibandingkan aset lain seperti obligasi yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Tekanan dari Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi
Selain prospek suku bunga, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menambah tekanan pada emas. Indeks Dolar AS dilaporkan naik ke level 99,60, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Sementara itu, imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun sempat menyentuh 5% pada hari Senin untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun, mencerminkan kekhawatiran atas inflasi.
AdBerdasarkan data pada pukul 22:06 ET (02:06 GMT):
- Harga emas spot (XAU/USD) naik 0,2% menjadi $4.306,86 per ons.
- Emas berjangka (Gold Futures) turun tipis ke $4.346,65 per ons.
- Harga perak (XAG/USD) naik 0,3% menjadi $63,42 per ons.
Prospek Jangka Panjang Tetap Positif
Meskipun menghadapi tekanan jangka pendek, beberapa analis meyakini prospek emas dalam jangka panjang tetap positif. Permintaan investor terhadap emas sebagai lindung nilai portofolio diperkirakan akan mendukung pemulihan harganya di masa depan.
Bank OCBC, misalnya, telah menaikkan perkiraan harga logam mulianya, mengutip partisipasi investasi yang membaik dan permintaan struktural yang suportif. OCBC kini memproyeksikan harga emas akan mencapai $4.600 per ons pada Desember 2026, dengan target harga perak di level $69,70 per ons.