Story

Emas Melonjak ke $4.650, Kekhawatiran Fiskal AS Dorong Harga ke Level Tertinggi Tiga Bulan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 26, 20262 min read
Emas Melonjak ke $4.650, Kekhawatiran Fiskal AS Dorong Harga ke Level Tertinggi Tiga Bulan

Summary

Harga emas mencapai level tertinggi dalam tiga bulan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS dan intervensi Departemen Keuangan di pasar obligasi, yang memicu permintaan aset safe-haven.

Text size
Background

Harga emas melanjutkan kenaikannya pada hari Senin, diperdagangkan di sekitar $4.650 per ons dan mengukuhkan posisinya di level tertinggi dalam tiga bulan. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko fiskal Amerika Serikat, ditambah dengan langkah Departemen Keuangan AS yang berupaya menekan biaya pinjaman jangka panjang, sehingga memicu permintaan investor terhadap aset *safe-haven*.

Menurut data dari Investing.com pada pukul 07:51 ET, harga emas spot (XAU/USD) naik 1% menjadi $4.649,63 per ons, sementara emas berjangka menguat 0,6% ke level $4.707,89 per ons. Kenaikan ini melanjutkan momentum dari pekan lalu, di mana emas telah membukukan kenaikan lebih dari 5%.

Intervensi Departemen Keuangan Memicu Kenaikan

Pemicu utama kenaikan harga emas adalah langkah tak terduga dari Departemen Keuangan AS yang meningkatkan pembelian obligasi pemerintah jangka panjang. Tindakan ini secara efektif menekan imbal hasil (yield) obligasi dan nilai tukar dolar AS, sehingga menghidupkan kembali minat investor terhadap emas sebagai lindung nilai terhadap potensi pelemahan daya beli mata uang fiat.

Kekhawatiran pasar diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan Scott Bessent, yang mengindikasikan bahwa pemerintah dapat memperluas program pembelian kembali obligasi. Intervensi ini menimbulkan pertanyaan apakah pembuat kebijakan kini secara aktif mengelola biaya pinjaman, alih-alih membiarkannya ditentukan oleh mekanisme pasar bebas.

Konteks Pasar dan Implikasinya

Sample IUX Markets – In-articleAd

Analis di ANZ Bank menyatakan bahwa intervensi Departemen Keuangan semakin memperburuk kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal AS. Menurut mereka, penembusan harga emas di atas level $4.500 didasari oleh ekspektasi bahwa pemerintah akan terus menekan imbal hasil jangka panjang, sementara dolar yang tertekan mendorong investor untuk meningkatkan alokasi pada emas.

Latar belakang makroekonomi saat ini semakin mengkhawatirkan, di mana utang pemerintah AS untuk pertama kalinya melampaui $40 triliun dan nilai tukar dolar jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan. Analis ANZ juga mencatat bahwa pergeseran portofolio investor mencerminkan tren diversifikasi yang lebih luas dari aset AS di tengah kekhawatiran fiskal dan ketidakpastian kebijakan.

Permintaan Investor dan Prospek Teknis

Minat investor terhadap emas terus meningkat seiring dinamika yang dipicu oleh Departemen Keuangan. Data dari ANZ menunjukkan bahwa ETF yang didukung emas mencatatkan arus masuk harian terbesar sejak September 2025, menandai minggu kelima berturut-turut terjadi arus masuk bersih.

Secara teknis, harga emas telah berhasil menembus di atas rata-rata pergerakan 200 hari (sekitar $4.513), sebuah sinyal yang sering dianggap oleh para trader sebagai indikator penguatan tren jangka panjang. Jika momentum kenaikan saat ini berlanjut, target teknis penting berikutnya berada di sekitar level $4.700. Selain itu, ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan dan pembelian oleh bank sentral, seperti yang disorot oleh World Gold Council, terus memberikan dukungan fundamental bagi harga emas.

Back to latest news

LATEST