Story

Imbal Hasil Global Melonjak di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Antisipasi Rapat The Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 8, 20261 min read
Imbal Hasil Global Melonjak di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Antisipasi Rapat The Fed

Summary

Imbal hasil obligasi pemerintah global, terutama di zona euro, mengalami kenaikan tajam. Kenaikan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta kegelisahan pasar menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve.

Text size
Background

Imbal hasil obligasi pemerintah di zona euro naik pada hari Rabu, dengan aksi jual terutama terjadi pada surat utang jangka pendek. Pasar pendapatan tetap global diguncang oleh kombinasi ketegangan militer yang tiba-tiba memanas antara Amerika Serikat dan Iran serta kegelisahan menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed).

Reaksi di pasar obligasi terlihat lebih tajam dibandingkan pasar saham. Investor secara agresif melepas surat utang negara jangka pendek yang sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi inflasi. Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 2 tahun, yang menjadi acuan suku bunga zona euro, melonjak ke level 2,63%, sementara imbal hasil Bund 10 tahun naik lebih moderat sebesar 2 basis poin menjadi 3,03%.

Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga minyak mentah global sebesar 2% menjadi $75,60 per barel. Lonjakan tersebut dipicu oleh keputusan Washington untuk mencabut pengecualian sanksi utama yang memungkinkan Iran menjual minyaknya. Teheran menyatakan langkah AS tersebut sebagai pelanggaran terhadap kerangka kesepakatan damai yang sedang berjalan, membuat para pedagang memperkirakan biaya energi akan tetap tinggi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Tekanan kenaikan imbal hasil diperkuat oleh posisi investor menjelang rilis risalah rapat The Fed bulan Juni. Ini akan menjadi pandangan pertama terhadap cara kerja bank sentral di bawah kepemimpinan Ketua baru, Kevin Warsh. Pasar bersikap defensif karena Warsh dikenal skeptis terhadap "panduan ke depan" (forward guidance) dan menginginkan gaya komunikasi yang lebih tidak dapat diprediksi, sehingga menambah premi risiko pada imbal hasil jangka pendek.

Para analis memperingatkan bahwa jika risalah rapat tersebut mengonfirmasi adanya dorongan kuat dari para gubernur The Fed untuk kebijakan yang lebih ketat bahkan sebelum guncangan harga minyak terbaru, kurva imbal hasil global berpotensi untuk bergeser lebih tinggi lagi.

Back to latest news

LATEST