Story
Saham GameStop Melonjak Didorong Aksi Beli CEO dan Kinerja Kuartalan yang Solid

Saham GameStop (GME) melonjak 3,9% dalam perdagangan pra-pembukaan, didorong oleh kombinasi kepercayaan dari pihak internal dan hasil kinerja keuangan yang kuat. Katalis utama datang dari aksi beli saham dalam jumlah besar oleh CEO perusahaan dan laporan pendapatan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi analis.
Aksi Beli Pihak Internal Tunjukkan Kepercayaan
Menurut laporan, CEO GameStop, Ryan Cohen, membeli satu juta lembar saham di pasar terbuka pada 10 September dengan nilai sekitar $20,4 juta. Langkah ini, yang menunjukkan keyakinan kuat dari pimpinan puncak terhadap prospek perusahaan, semakin memperkuat sentimen positif investor.
Selain Cohen, direktur Alain Attal juga dilaporkan membeli 5.000 lembar saham dengan harga $20,00 per lembar pada tanggal yang sama. Serangkaian pembelian oleh pihak internal ini sering kali diinterpretasikan oleh pasar sebagai sinyal bullish mengenai valuasi dan arah perusahaan ke depan.
Kinerja Kuartal II Lampaui Ekspektasi
Aksi beli ini terjadi hanya beberapa hari setelah GameStop merilis laporan keuangan kuartal kedua yang solid. Kinerja operasional perusahaan menunjukkan momentum yang kuat, dengan beberapa metrik utama melampaui perkiraan pasar:
Ad- Pendapatan: Mencapai $790,2 juta, lebih tinggi dari konsensus analis sekitar $756,9 juta.
- Laba Operasional: Mencatatkan rekor tertinggi untuk kuartal kedua dalam sejarah perusahaan, yaitu sebesar $160,2 juta.
- EBITDA Disesuaikan: Naik lebih dari dua kali lipat secara tahunan (YoY) menjadi $174 juta.
Pendorong utama pertumbuhan ini adalah segmen barang koleksi (*collectibles*), di mana penjualan bersih melonjak 57% YoY menjadi $356,3 juta. Segmen ini kini menyumbang 45,1% dari total pendapatan, meningkat drastis dari 23,4% pada tahun sebelumnya.
Implikasi dan Proyeksi ke Depan
Berkat kinerja yang kuat, manajemen GameStop menaikkan proyeksi EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh menjadi di atas $650 juta, dari target sebelumnya di atas $600 juta. Kenaikan proyeksi ini, ditambah dengan kinerja operasional yang memecahkan rekor dan aksi beli signifikan oleh CEO, menciptakan rangkaian katalis jangka pendek yang kuat bagi saham GME.
Reli ini juga didukung oleh sentimen *risk-on* yang lebih luas di pasar ekuitas AS, di mana indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq juga menunjukkan penguatan. Kombinasi faktor internal yang positif dan latar belakang makro yang mendukung mendorong antusiasme investor terhadap saham tersebut.