Story
Opsi Valas Bernilai Miliaran Dolar Jatuh Tempo Hari Ini, Berpotensi Pengaruhi Pasar

Summary
Sejumlah besar kontrak opsi valuta asing pada pasangan mata uang utama akan berakhir hari ini, berpotensi menciptakan volatilitas atau menahan pergerakan harga di sekitar level strike utama.
Sejumlah besar kontrak opsi valuta asing (valas) pada beberapa pasangan mata uang utama dijadwalkan jatuh tempo hari ini, sebuah peristiwa yang dapat memengaruhi volatilitas dan pergerakan harga jangka pendek di pasar spot.
Berdasarkan data dari Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), volume kedaluwarsa yang signifikan dapat menarik perhatian para pelaku pasar.
Rincian Kedaluwarsa Opsi Utama
Pasangan mata uang EUR/USD dan USD/JPY menunjukkan konsentrasi kedaluwarsa opsi terbesar hari ini. Level-level ini dapat bertindak sebagai titik acuan bagi pergerakan harga menjelang waktu penutupan.
- EUR/USD: Opsi senilai €1,39 miliar akan jatuh tempo pada level *strike* 1.1350, diikuti oleh €1,16 miliar pada 1.1500 dan €936,2 juta pada 1.1300.
- USD/JPY: Kedaluwarsa terbesar tercatat pada level *strike* 160.00 dengan nilai nosional $1,19 miliar, serta $866 juta pada 160.25 dan $541 juta pada 162.00.
DTCC juga mencatat adanya kedaluwarsa signifikan yang akan datang dalam beberapa hari ke depan, termasuk opsi EUR/USD senilai €2,73 miliar di level 1.1400 pada 22 Juli dan USD/JPY senilai $3,18 miliar di 163.45 pada 21 Juli.
Pasangan Mata Uang Lainnya
AdBeberapa pasangan mata uang utama lainnya juga memiliki volume kedaluwarsa yang patut diperhatikan:
- USD/CAD: Opsi senilai $652,2 juta pada level 1.4075.
- GBP/USD: Opsi senilai £476,1 juta pada level 1.3320.
- AUD/USD: Opsi senilai AUD470 juta pada level 0.7000.
- USD/BRL: Opsi senilai $600 juta pada level 5.0700.
Sementara itu, pasangan seperti NZD/USD dan USD/MXN tidak menunjukkan adanya kedaluwarsa opsi dalam jumlah besar untuk hari ini, meskipun keduanya memiliki jadwal kedaluwarsa penting pada pekan depan.
Implikasi bagi Pasar
Kedaluwarsa opsi dalam skala besar sering kali bertindak sebagai "magnet" bagi harga spot, di mana harga cenderung bergerak menuju level *strike* dengan volume terbesar menjelang waktu kedaluwarsa. Fenomena yang dikenal sebagai "pinning" ini dapat menekan volatilitas untuk sementara waktu.
Setelah opsi jatuh tempo, harga dapat bergerak lebih bebas, yang terkadang memicu lonjakan volatilitas. Investor dan trader akan memantau level-level ini dengan cermat untuk mengantisipasi potensi pergerakan pasar di sekitar waktu penutupan sesi New York.