Story
FTSE 100 Melemah di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran dan Perlambatan Ekonomi Tiongkok

Summary
Indeks saham utama Inggris turun karena investor merespons eskalasi militer di Timur Tengah yang menaikkan harga minyak dan data pertumbuhan Tiongkok yang lebih lemah dari perkiraan.
Saham-saham Inggris dan Eropa diperdagangkan lebih rendah pada hari Rabu, tertekan oleh dua faktor utama: meningkatnya konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak lebih tinggi, serta rilis data pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang mengecewakan yang menambah kehati-hatian investor.
Eskalasi di Timur Tengah Mendorong Harga Minyak
Sentimen pasar memburuk setelah eskalasi konflik di Timur Tengah. U.S. Central Command mengonfirmasi telah melakukan serangan terhadap target militer Iran di dekat Selat Hormuz dan memberlakukan kembali blokade laut terhadap kapal-kapal yang transit di pelabuhan Iran. Tindakan ini merupakan respons atas serangan sebelumnya, di mana Kementerian Pertahanan UEA melaporkan dua kapal tanker berbendera UEA terkena rudal jelajah Iran.
Ketegangan ini secara langsung berdampak pada pasar komoditas. Harga minyak mentah melonjak karena kekhawatiran akan gangguan pasokan di jalur pelayaran penting tersebut.
- Minyak mentah Brent naik 1,4% menjadi $85,90 per barel.
- Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 1,2% menjadi $80,32 per barel.
Data Pertumbuhan Tiongkok Menambah Tekanan
AdSelain risiko geopolitik, data ekonomi dari Tiongkok juga membebani pasar. Biro Statistik Nasional negara itu melaporkan bahwa ekonomi tumbuh 4,3% secara tahunan pada kuartal kedua, laju terlemah sejak kuartal keempat 2022. Angka ini meleset dari perkiraan jajak pendapat Reuters sebesar 4,5%.
Perlambatan di Tiongkok memiliki implikasi signifikan bagi indeks FTSE 100, mengingat Tiongkok adalah pasar akhir terbesar untuk industri pertambangan yang memiliki bobot besar dalam indeks tersebut. Kekhawatiran akan melemahnya permintaan komoditas dari Tiongkok menekan saham-saham di sektor ini.
Pergerakan Pasar Saham
Hingga pukul 07:18 GMT, indeks FTSE 100 di London turun 0,60%. Indeks acuan Eropa lainnya juga mengalami penurunan, dengan DAX Jerman anjlok 0,90% dan CAC 40 Prancis tergelincir 0,28%. Di tengah penghindaran risiko, mata uang Sterling justru menguat 0,17% terhadap dolar AS ke level $1,3414, sementara harga emas turun.