Story
Eksekutif: Investor Swasta Harus Danai Sektor Pertahanan untuk Tutupi Celah Anggaran Publik

Summary
Para eksekutif keuangan senior menyerukan agar modal swasta dialirkan ke perusahaan pertahanan Eropa, dengan alasan bahwa belanja publik tidak lagi mencukupi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Para eksekutif keuangan senior menyerukan agar investor swasta menyuntikkan dana ke perusahaan-perusahaan pertahanan Eropa untuk menutupi kesenjangan yang ditinggalkan oleh anggaran pemerintah yang terbatas. Seruan ini mengemuka di Farnborough Airshow, menyoroti kebutuhan mendesak akan modal di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Kebutuhan Mendesak akan Modal Swasta
Menurut para pemimpin industri keuangan, belanja publik saja tidak akan mampu memenuhi kebutuhan pendanaan sektor pertahanan yang terus meningkat. Diperlukan partisipasi signifikan dari modal swasta untuk memastikan kapasitas industri pertahanan dapat diperkuat.
"Belanja publik tidak akan cukup, dan kita benar-benar perlu memobilisasi modal swasta dalam skala besar," kata Cathal Deasy, co-head global perbankan investasi di Barclays, dalam acara tersebut. Ia menambahkan bahwa pemerintah nasional perlu bertindak lebih cepat dan memberikan kejelasan yang lebih besar untuk menarik investasi.
Minat Investor dan Realitas Pasar
Minat dari sektor keuangan terhadap industri pertahanan sedang memuncak, yang tercermin dari rekor kehadiran di Farnborough Airshow tahun ini. Menurut penyelenggara, lebih dari 600 delegasi keuangan dijadwalkan hadir, meningkat sekitar tiga kali lipat dari tahun 2025, termasuk eksekutif dari Goldman Sachs, JPMorgan, dan dana kekayaan negara Qatar.
Amin Mansour, wakil ketua di bank Belanda ING, menyatakan bahwa seiring pertumbuhan perusahaan pertahanan, bank melihat peluang untuk masuk. Ia menyebutkan bahwa ING kini memiliki sekitar 50 bankir yang mengerjakan kesepakatan pendanaan pertahanan, dibandingkan dengan "sangat sedikit" lima tahun lalu.
AdNamun, antusiasme ini sedikit mereda baru-baru ini. Reli saham pertahanan Eropa telah melambat, dengan indeks sektor kedirgantaraan dan pertahanan hanya naik 1,3% sejak awal 2026, sementara indeks STOXX 600 yang lebih luas naik 8%. Selain itu, grup pertahanan Prancis-Jerman KNDS menunda rencana penawaran saham perdananya (IPO) bulan ini hingga kondisi pasar membaik.
Tantangan Valuasi dan Rantai Pasokan
Seorang eksekutif dari salah satu firma ekuitas swasta terbesar AS mengatakan bahwa valuasi perusahaan pertahanan telah menghadapi "perhitungan ulang" (_reckoning_) selama setahun terakhir. Namun, ia menambahkan bahwa valuasi tersebut kini telah normal dan menjadi lebih layak untuk diinvestasikan.
Tantangan lain terletak pada penyaluran modal ke seluruh rantai pasokan. Banyak kontraktor pertahanan yang lebih kecil masih kesulitan mendapatkan dana swasta karena berbagai faktor, seperti proses pengadaan yang rumit.
"Menyalurkan modal ke dalam rantai pasokan adalah hal yang menantang dan menciptakan hambatan," kata Ephraim Rudman, seorang partner di Apollo. Hal ini dapat menghambat kemampuan industri untuk meningkatkan produksi secara efisien.