Story
FESCO Hentikan Pesanan Laut Hitam Pasca Serangan Drone Ukraina

Summary
Perusahaan logistik Rusia FESCO menghentikan penerimaan pesanan pengiriman baru di Laut Hitam menyusul tenggelamnya salah satu kapalnya akibat serangan drone Ukraina. Langkah ini menyoroti meningkatnya risiko pelayaran dan berpotensi menekan harga gandum global.
Perusahaan logistik dan pelayaran Rusia, FESCO (MOEX:FESH), pada hari Selasa mengumumkan telah berhenti menerima pesanan pengiriman baru melalui Laut Hitam. Keputusan ini diambil setelah salah satu kapalnya menjadi sasaran serangan drone Ukraina pekan lalu, yang menggarisbawahi meningkatnya eskalasi risiko di rute pelayaran vital tersebut.
Detail Insiden dan Penghentian Operasi
Induk perusahaan FESCO, Rosatom, yang merupakan perusahaan energi nuklir negara Rusia dan memiliki 92,5% saham FESCO, sebelumnya menyatakan bahwa kapal Yanina telah tenggelam. Insiden tersebut terjadi pada malam hari antara Jumat dan Sabtu setelah mengalami kerusakan akibat serangan drone laut Ukraina.
Menurut laporan, kapal tersebut sedang mengangkut muatan berupa makanan beku dan bahan bangunan. FESCO merupakan salah satu operator logistik terbesar di Rusia, dengan fokus utama pada pengiriman peti kemas melalui jalur laut dan kereta api.
Dampak Pasar dan Eskalasi Risiko
AdLangkah FESCO menyoroti gangguan yang semakin besar terhadap operasional pelayaran di Laut Hitam, seiring dengan meningkatnya intensitas serangan terhadap kapal oleh Rusia maupun Ukraina. Ketidakpastian ini telah menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga gandum di pasar global.
Sebagai eksportir gandum terbesar di dunia, setiap gangguan pada jalur ekspor Rusia memiliki potensi dampak yang signifikan. Pekan lalu, kelompok lobi gandum utama Rusia memperingatkan bahwa serangan drone Ukraina terhadap kapal dan pelabuhan Rusia dapat menghentikan ekspor gandum melalui Laut Hitam dalam waktu dekat, yang berpotensi mendorong harga lebih tinggi lagi.
Latar Belakang Konflik
Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia telah melaporkan beberapa serangan terhadap fasilitas ekspor pertanian dan kapal komersialnya di Laut Hitam. Baik Rusia maupun Ukraina secara konsisten menyatakan bahwa mereka hanya menargetkan sasaran yang memiliki kaitan dengan militer.