Story
Harga Gandum Eropa Turun Seiring Pelabuhan Laut Hitam Terhindar dari Kerusakan

Summary
Kontrak berjangka gandum Eropa melemah karena terminal ekspor biji-bijian utama di Laut Hitam tampaknya tidak mengalami kerusakan signifikan akibat serangan terbaru Rusia dan Ukraina.
Harga kontrak berjangka gandum Eropa turun pada hari Senin karena para pedagang mengevaluasi dampak serangan di kawasan Laut Hitam, di mana terminal ekspor biji-bijian utama tampaknya terhindar dari kerusakan yang signifikan.
Menurut data dari bursa Euronext yang berbasis di Paris, kontrak gandum giling untuk pengiriman September (front-month) turun 0,7% menjadi €231 ($262,65) per metrik ton pada pukul 14:43 GMT.
Sentimen Pasar Mereda
Pasar merespons dengan lega setelah serangan balasan antara Rusia dan Ukraina selama akhir pekan dilaporkan tidak mengenai terminal ekspor gandum yang krusial. Para pedagang mencatat bahwa pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam Rusia, yang merupakan titik ekspor besar, tidak terkena serangan dari Ukraina.
Kondisi ini mengurangi kekhawatiran pasar akan adanya gangguan pasokan gandum dalam waktu dekat dari kedua negara eksportir utama tersebut. Meskipun serangan terhadap infrastruktur pelabuhan dan pengiriman terus berlanjut, fokus pasar tetap pada kapasitas ekspor biji-bijian yang tampaknya masih utuh.
AdTekanan dari Pasar Komoditas Lain
Pelemahan harga gandum di Eropa juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Harga minyak mentah anjlok sekitar 6% setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan sementara serangan balasan, yang turut menekan harga komoditas biji-bijian secara umum.
Selain itu, penurunan harga gandum di bursa Chicago juga menambah sentimen negatif di Euronext. Sebelumnya pada hari Jumat, pasar Euronext telah turun tajam menyusul laporan—yang kemudian dibantah oleh Ukraina—bahwa negara tersebut sedang mendiskusikan mekanisme untuk menjaga pergerakan kapal melalui pelabuhan ekspor utamanya.