Story
Bursa Eropa Melemah Seiring Eskalasi Timur Tengah Memicu Kenaikan Harga Minyak

Bursa saham Eropa melemah pada awal perdagangan Senin, karena eskalasi tajam permusuhan di Timur Tengah mendorong investor beralih dari aset berisiko. Sentimen pasar memburuk setelah Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran vital Selat Hormuz, yang memicu lonjakan harga minyak.
Ketegangan Geopolitik Tekan Pasar
Pelemahan pasar saham mengikuti gagalnya gencatan senjata yang rapuh selama akhir pekan. Garda Revolusi Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz "hingga pemberitahuan lebih lanjut" menyusul serangan terhadap sebuah kapal komersial dan serangan balasan militer Amerika Serikat.
Ancaman blokade di selat yang bertanggung jawab atas seperlima pasokan minyak dunia yang diangkut melalui laut ini langsung mengguncang pasar energi. Meskipun Komando Pusat AS (U.S. Central Command) menyatakan bahwa jalur air tersebut tetap terbuka untuk transit yang sah, ketidakpastian ini sudah cukup untuk memicu kekhawatiran pasokan global.
Dampak ke Pasar Keuangan
Kekhawatiran geopolitik secara langsung berdampak pada berbagai kelas aset, dengan investor mencari perlindungan dan menghindari risiko.
Ad- Minyak Mentah: Harga acuan minyak global, Brent dan West Texas Intermediate (WTI), keduanya melonjak lebih dari 4,4%.
- Indeks Saham: Indeks acuan pan-Eropa STOXX 600 turun 0,2%. Indeks DAX Jerman melemah 0,3% dan CAC 40 Prancis turun 0,2%, sementara FTSE 100 di London sedikit menguat 0,2%.
- Saham Energi: Sebaliknya, saham-saham produsen minyak dan gas utama Eropa menguat. Saham Shell naik 1,8%, BP menguat 2,7%, dan TotalEnergies naik 2,3%.
Konteks dan Prospek
Penurunan ini membalikkan kenaikan yang dicapai bursa Eropa pada minggu sebelumnya, yang didorong oleh optimisme pada saham teknologi dan permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Ke depan, investor akan mencermati pidato dari anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB), Isabel Schnabel, yang dijadwalkan pada hari yang sama. Schnabel dikenal sebagai salah satu pembuat kebijakan yang lebih *hawkish*, sehingga komentarnya akan dianalisis untuk mencari petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga di masa depan.
Di antara pergerakan saham individu, saham Akzo Nobel naik 3% setelah Nippon Paint mengajukan penawaran untuk bisnis cat dekoratif perusahaan tersebut.