Story

Tegangan di Selat Hormuz Memicu Harga Gas Eropa Tembus €80

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 10, 20261 min read
Tegangan di Selat Hormuz Memicu Harga Gas Eropa Tembus €80

Summary

Harga gas grosir Eropa melonjak melampaui €80 per megawatt-jam untuk pertama kalinya sejak awal 2023, dipicu oleh eskalasi ketegangan di Selat Hormuz setelah Iran dilaporkan menyerang sejumlah kapal.

Text size
Background

Harga gas grosir Eropa pada hari Rabu melonjak melampaui €80 per megawatt-jam (MWh) untuk pertama kalinya sejak awal 2023. Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran pasokan setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat tajam akibat serangan terhadap kapal di dekat Selat Hormuz.

Lonjakan Harga di Pasar Energi

Data dari Intercontinental Exchange (ICE) menunjukkan kontrak berjangka gas bulan depan di hub Title Transfer Facility (TTF) Belanda, yang menjadi patokan Eropa, sempat menyentuh level tertinggi €80,98 per MWh. Pada pukul 15:24 GMT, kontrak tersebut diperdagangkan di level €79,28 per MWh, naik €3,34.

Kenaikan juga terjadi pada pasar energi lainnya:

  • Kontrak gas bulan depan Inggris naik 9,00 pence menjadi 197,82 pence per therm, setelah mencapai level tertinggi sejak Desember 2022 di 201,12 pence.
  • Harga minyak mentah Brent juga melampaui $100 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Juli.

Eskalasi Konflik di Selat Hormuz

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pemicu utama lonjakan harga adalah pengumuman dari Iran pada hari Rabu bahwa pihaknya telah melancarkan serangan terhadap 10 kapal di dekat Selat Hormuz. Tindakan ini disebut sebagai balasan setelah Amerika Serikat menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran.

Insiden ini menandai eskalasi konflik maritim paling signifikan antara AS dan Iran dalam konflik yang telah berlangsung selama enam bulan. Konfrontasi militer ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pelaku pasar mengenai potensi gangguan pasokan minyak dan gas dari wilayah tersebut, mengingat Selat Hormuz adalah jalur pelayaran energi yang krusial.

Konteks Cadangan Eropa

Kekhawatiran pasar diperparah oleh tingkat penyimpanan gas Eropa yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Menurut data dari Gas Infrastructure Europe, fasilitas penyimpanan gas di Eropa saat ini terisi 67,12%.

Angka ini secara signifikan lebih rendah dari tingkat pengisian sebesar 79,48% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Cadangan yang lebih rendah membuat pasar lebih rentan terhadap guncangan pasokan dan meningkatkan volatilitas harga.

Back to latest news

LATEST