Story

Harga Gas Eropa Naik di Atas 2% Akibat Ketidakpastian Pasokan di Selat Hormuz

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 10, 20261 min read
Harga Gas Eropa Naik di Atas 2% Akibat Ketidakpastian Pasokan di Selat Hormuz

Summary

Harga gas alam Eropa pulih pada hari Senin karena ketidakpastian mengenai pembukaan penuh Selat Hormuz memupus harapan akan peningkatan pasokan LNG, menyoroti kerentanan benua tersebut menjelang musim dingin.

Text size
Background

Harga gas alam Eropa kembali menguat pada hari Senin, didorong oleh ketidakpastian yang berlanjut mengenai kondisi transit di Selat Hormuz. Situasi ini mengimbangi kemajuan diplomatik awal dan mengingatkan pasar akan kerentanan Eropa terhadap hambatan pasokan energi global.

Kenaikan Harga di Pasar Utama

Menurut data pasar, kontrak berjangka patokan Belanda (Dutch TTF) untuk pengiriman bulan depan naik 2,9% dan diperdagangkan di sekitar €56,90 per megawatt-hour (MWh), memulihkan sebagian kerugian dari pekan sebelumnya. Di Inggris, kontrak grosir setara juga mengalami kenaikan sebesar 2,6% menjadi 139,50 pence per therm.

Ketidakpastian Hormuz Menjadi Pemicu

Kenaikan harga ini mengikuti laporan bahwa meskipun rancangan perjanjian antara Iran dan Oman untuk jalur pelayaran baru di Selat Hormuz hampir final, Teheran menegaskan bahwa pembukaan penuh jalur air strategis tersebut bergantung pada pemenuhan syarat tambahan dari AS. Tuntutan yang belum terselesaikan ini mengindikasikan bahwa normalisasi lalu lintas gas alam cair (LNG) dari Teluk Persia dalam waktu dekat masih belum dapat dipastikan, menjaga neraca pasokan global tetap ketat.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dampak pada Cadangan Eropa

Penundaan pengiriman dari eksportir utama Timur Tengah seperti Qatar terus menghambat upaya Eropa untuk membangun cadangan yang cukup menjelang musim dingin. Data menunjukkan bahwa fasilitas penyimpanan gas Uni Eropa memasuki pertengahan Agustus dengan kapasitas terisi hanya sekitar 56%, angka yang secara signifikan lebih rendah dari rata-rata historis untuk periode ini.

Kekurangan pasokan diperparah oleh suhu musim panas yang lebih hangat dari biasanya di seluruh Eropa selatan, yang mendorong permintaan listrik untuk pendingin ruangan. Hal ini memaksa pembangkit listrik untuk membakar gas alam daripada menyalurkannya ke fasilitas penyimpanan bawah tanah. Dengan perusahaan utilitas Eropa bersaing langsung dengan importir Asia untuk kargo LNG spot yang tersedia, para analis energi memperkirakan harga gas Eropa akan mempertahankan level dasar yang kuat dan tetap sangat sensitif terhadap perkembangan negosiasi di Teluk Persia.

Back to latest news

LATEST