Story

Harga Minyak Melonjak Akibat Ketegangan Timur Tengah, Saham Energi AS Menguat di Pramarket

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 8, 20261 min read
Harga Minyak Melonjak Akibat Ketegangan Timur Tengah, Saham Energi AS Menguat di Pramarket
Text size
Background

Saham perusahaan-perusahaan energi utama Amerika Serikat menguat dalam perdagangan prabuka (premarket) pada hari Selasa, mengikuti lonjakan harga minyak mentah global. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah setelah Iran mengeluarkan peringatan balasan terhadap AS.

Harga Minyak Mentah Terdorong Risiko Geopolitik

Kekhawatiran pasar meningkat setelah Iran memperingatkan bahwa infrastruktur minyak dan gas di Teluk Persia dapat menjadi target sebagai balasan atas serangan terhadap asetnya. Ancaman ini secara langsung mengangkat premi risiko pada harga minyak, mengingat pentingnya kawasan tersebut bagi pasokan global.

Berdasarkan data pasar hingga pukul 08:53 GMT, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November naik 2,3% menjadi $99,19 per barel. Sementara itu, patokan AS, West Texas Intermediate (WTI), melonjak lebih tinggi sebesar 3,3% ke level $94,49 per barel.

Dampak ke Saham Sektor Energi

Kenaikan harga komoditas ini memberikan sentimen positif bagi saham-saham di sektor energi, yang keuntungannya sangat terkait dengan harga minyak. Para investor mengantisipasi pendapatan yang lebih tinggi bagi produsen dan penyulingan minyak.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sejumlah saham energi utama AS mencatatkan kenaikan di sesi prabuka:

  • Exxon Mobil (XOM) naik 1,8%
  • Chevron (CVX) menguat 1,5%
  • ConocoPhillips (COP) bertambah 1,6%
  • Valero Energy (VLO) naik 1,9%
  • Diamondback Energy (FANG) dan Marathon Petroleum (MPC) masing-masing naik 1,1%

Konteks Eskalasi di Teluk Persia

Pergerakan harga ini terjadi setelah serangkaian serangan balasan antara AS dan Iran selama akhir pekan, yang turut melibatkan serangan terhadap kapal. Fokus utama pasar tetap pada Selat Hormuz, jalur air krusial untuk lalu lintas tanker minyak global.

Iran mengancam akan merespons "perang ekonomi" AS dengan zona eksklusi maritim di Teluk Persia, sebuah langkah yang dapat memperlambat arus tanker secara signifikan. Namun, di sisi lain, Iran juga menyatakan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan di selat tersebut hampir tercapai, yang berpotensi menawarkan mekanisme untuk meredakan gangguan pelayaran.

Back to latest news

LATEST