Story
Pejabat ECB Rehn: Guncangan Energi Timur Tengah Belum Timbulkan Efek Lanjutan

Summary
Anggota Dewan Gubernur ECB Olli Rehn menyatakan bahwa lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah belum menyebar ke sektor ekonomi lainnya, dan spiral harga-upah sejauh ini dapat dihindari.
Anggota Dewan Gubernur European Central Bank (ECB) Olli Rehn pada hari Kamis menyatakan bahwa guncangan harga energi yang diakibatkan oleh konflik di Timur Tengah belum memberikan dampak lanjutan ke bagian ekonomi lainnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi utama di kawasan euro masih terkonsentrasi pada sektor energi.
Efek Lanjutan Belum Terlihat
Berbicara di sebuah acara OMFIF di London, Rehn, yang juga menjabat sebagai gubernur bank sentral Finlandia, menekankan bahwa harga energi tetap menjadi pendorong utama inflasi di kawasan euro. Ia mencatat bahwa pertumbuhan upah tetap moderat dan efek putaran kedua—di mana kenaikan harga energi memicu tuntutan upah yang lebih tinggi dan kemudian menaikkan harga barang dan jasa lainnya—sejauh ini belum terjadi.
Menurut Rehn, tidak adanya spiral harga-upah merupakan sinyal positif bagi para pembuat kebijakan, meskipun kewaspadaan tetap diperlukan. Hal ini terjadi seiring ECB yang terus memantau data ekonomi untuk mengkalibrasi respons kebijakan moneternya.
Konteks Kebijakan Moneter ECB
Komentar Rehn muncul setelah ECB menaikkan suku bunga acuan pekan lalu untuk kedua kalinya sejak konflik di Timur Tengah dimulai. Langkah pengetatan ini diambil karena tingkat inflasi secara keseluruhan masih jauh di atas target 2% dan perekonomian kawasan menunjukkan ketahanan terhadap gejolak geopolitik.
AdSumber yang mengetahui pemikiran para pejabat ECB, seperti dilaporkan oleh Bloomberg pekan lalu, mengindikasikan bahwa suku bunga diperkirakan akan terus naik. Pandangan ini diperkuat oleh Gabriel Makhlouf, rekan Rehn dari Irlandia, yang mengatakan kepada Bloomberg Television bahwa ia tidak akan mengesampingkan kenaikan suku bunga lagi bulan depan jika keadaan mengharuskannya.
Prospek dan Ekspektasi Pasar
Proyeksi internal ECB yang dirilis pekan lalu menunjukkan percepatan laju inflasi pada tahun 2027 dan 2028, dengan perkiraan untuk tahun 2028 kini sedikit di atas target. Perkiraan pertumbuhan ekonomi juga direvisi naik, menandakan kepercayaan bank sentral terhadap fundamental ekonomi kawasan.
Sebagai respons, pasar keuangan kini telah memperhitungkan setidaknya tiga kali kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin persentase lagi selama 12 bulan ke depan. Hal ini mencerminkan ekspektasi bahwa ECB akan mempertahankan sikap hawkish untuk memastikan inflasi kembali ke target dalam jangka menengah.