Story
Dolar AS Anjlok ke Level Terendah 3 Bulan; Treasury Tingkatkan Pembelian Obligasi, The Fed Peringatkan Risiko Inflasi

Dolar AS merosot tajam ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan pada hari Rabu, tertekan oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk memperluas program pembelian kembali utang jangka panjang. Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan rilis risalah rapat Federal Reserve yang mengindikasikan kekhawatiran yang meningkat di kalangan pejabat bank sentral terhadap inflasi yang persisten.
Langkah Departemen Keuangan AS Tekan Imbal Hasil
Pasar obligasi menjadi sorotan utama setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan melipatgandakan ukuran operasi pembelian kembali (buyback) untuk obligasi jangka panjang. Langkah ini memberikan kelegaan signifikan bagi pasar obligasi, memicu penurunan tajam imbal hasil dari level tertinggi dalam hampir dua dekade.
- Mulai 9 September, ukuran operasi pembelian kembali untuk surat utang nominal jangka panjang (tenor 10 hingga 30 tahun) akan ditingkatkan dari $2 miliar menjadi $4 miliar per operasi.
- Sebagai respons, imbal hasil obligasi Treasury 30-tahun turun 7,2 basis poin menjadi 5,213%. Sehari sebelumnya, imbal hasil ini sempat menyentuh 5,337%, level tertinggi sejak Juni 2007.
Langkah ini secara efektif meningkatkan permintaan untuk obligasi pemerintah jangka panjang, melawan tekanan jual yang sebelumnya didorong oleh kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak dan peningkatan pasokan obligasi dari perusahaan teknologi besar.
Risalah The Fed Tunjukkan Kekhawatiran Inflasi
Di sisi kebijakan moneter, risalah dari pertemuan The Fed pada 28-29 Juli menunjukkan bahwa para pejabat semakin khawatir tentang inflasi. Menurut risalah tersebut, beberapa pembuat kebijakan menyatakan kesiapan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi gagal bergerak kembali ke target 2%.
AdDalam pertemuan tersebut, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75%, meskipun terdapat tiga suara yang tidak setuju dan memilih kenaikan 25 basis poin. Peringatan para pejabat tentang risiko menunda tindakan pengetatan lebih lanjut menambah sentimen kompleks di pasar.
Dampak Terhadap Pasar Valuta Asing
Kombinasi dari imbal hasil AS yang lebih rendah dan nada hati-hati dari The Fed memberikan tekanan jual yang kuat pada dolar. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,7% menjadi 98,92, setelah sebelumnya mencapai level terendah 98,77, titik terlemah sejak 14 Mei.
Pelemahan dolar memberikan dorongan bagi mata uang utama lainnya:
- Euro (EUR) naik 0,7% menjadi $1,1660, level tertinggi sejak 14 Mei.
- Poundsterling Inggris (GBP) menguat 0,5% ke $1,3596, level tertinggi sejak 11 Mei.
- Yen Jepang (JPY) terapresiasi, dengan pasangan USD/JPY turun 0,7% ke 158,54.