Story
Dolar AS Menguat di Tengah Eskalasi Tensi Timur Tengah, Permintaan Safe-Haven Meningkat

Summary
Dolar AS menguat karena investor beralih ke aset aman (safe-haven) menyusul serangan baru terhadap kapal tanker minyak di Teluk, yang meningkatkan ketegangan geopolitik antara Washington dan Teheran.
Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada hari Selasa karena ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah mendorong investor untuk mencari aset *safe-haven*, mengalahkan faktor kebijakan moneter sebagai pendorong utama *greenback*. Pada pukul 16:56 ET, Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, tercatat naik 0,2% menjadi 101,10.
Eskalasi di Timur Tengah Pacu Permintaan *Safe-Haven*
Pemicu utama penguatan dolar adalah eskalasi di Teluk setelah adanya laporan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak di sekitar Selat Hormuz. Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), dua kapal tanker terkena proyektil tak dikenal, sementara yang ketiga dihantam oleh sebuah drone.
Sebagai respons, Departemen Keuangan AS mencabut lisensi umum yang mengizinkan produksi dan penjualan minyak mentah serta produk petrokimia asal Iran. Mengutip pejabat AS, Reuters dan Axios melaporkan bahwa langkah ini merupakan balasan atas serangan baru tersebut, yang dituduhkan dilakukan oleh Iran. Eskalasi ini mendorong harga minyak melonjak lebih dari 5% dan secara signifikan meningkatkan permintaan untuk aset *safe-haven* seperti dolar AS.
Fokus Pasar Bergeser dari Kebijakan Moneter
Sebelumnya, prospek kebijakan moneter Federal Reserve menjadi penggerak utama pasar mata uang. Dolar sempat mencatat pelemahan harian terburuknya pekan lalu setelah data pekerjaan AS bulan Juni yang lebih lunak dari perkiraan. Data tersebut memberi sinyal bahwa The Fed mungkin memiliki ruang untuk menahan suku bunga.
AdKini, investor akan mencermati risalah pertemuan The Fed bulan Juni yang akan dirilis pada hari Rabu untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai pemikiran para pembuat kebijakan. Risalah ini menjadi penting untuk mencari petunjuk apakah kenaikan suku bunga lebih lanjut masih mungkin terjadi tahun ini, terutama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, yang telah mengisyaratkan akan mengurangi panduan ke depan (*forward guidance*).
Pergerakan Mata Uang Utama Lainnya
Di tempat lain, mata uang utama lainnya menunjukkan pergerakan yang beragam:
- Euro: Melemah 0,3% terhadap dolar menjadi $1,1411. Data produksi industri Jerman yang lebih kuat dari perkiraan gagal mengangkat euro setelah pejabat European Central Bank (ECB), Fabio Panetta, memberikan pandangan yang hati-hati mengenai prospek ekonomi zona euro yang masih rapuh.
- Yen Jepang: Sempat menguat sesaat setelah data upah Jepang menunjukkan pertumbuhan, namun keuntungan tersebut tidak bertahan lama. Pasangan USD/JPY diperdagangkan stabil di 162,10, tetap berada di dekat level terendah dalam 40 tahun. Terhadap pound sterling, yen bahkan menyentuh level terendahnya sejak 2007, membuat pasar waspada terhadap potensi intervensi dari otoritas Jepang.