Story
Dolar AS Stabil Menanti Data Inflasi PCE, Dolar Australia Melonjak Akibat CPI di Atas Ekspektasi

Summary
Dolar AS bergerak dalam rentang sempit karena investor menantikan data inflasi PCE AS, sementara Dolar Australia menguat tajam setelah data CPI Juli melampaui perkiraan, meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga oleh RBA.
Dolar Amerika Serikat (AS) diperdagangkan dalam rentang yang sempit pada hari Rabu, karena investor menantikan data inflasi utama yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan Federal Reserve. Di sisi lain, Dolar Australia melonjak setelah data inflasi domestik yang lebih tinggi dari perkiraan memicu kembali spekulasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh bank sentralnya.
Pada pukul 02:05 ET (14:05 WIB), Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik tipis 0,1% menjadi 98,98, tidak jauh dari level terendah tiga bulan yang disentuh minggu lalu.
Dolar AS Menanti Data Inflasi Utama
Fokus pasar tertuju pada rilis indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) AS, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed. Data ini akan dirilis menjelang simposium ekonomi tahunan di Jackson Hole akhir pekan ini dan diperkirakan akan sangat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan The Fed selanjutnya.
Investor saat ini menimbang antara tekanan inflasi yang berkelanjutan dengan kekhawatiran seputar utang pemerintah AS dan independensi bank sentral. Di pasar valas, pasangan USD/JPY turun tipis 0,1% menjadi 158,97 yen, tetap di bawah level yang sebelumnya memicu intervensi bersama dari otoritas Jepang dan AS.
Dolar Australia Melonjak Didukung Data CPI
AdDolar Australia menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik, dengan pasangan AUD/USD naik 0,3% menjadi $0,718, level tertinggi sejak awal Juni. Penguatan ini terjadi setelah data resmi menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) bulanan Australia naik 1,0% pada bulan Juli, melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,8%.
Meski laju inflasi tahunan melambat menjadi 3,5% dari 3,8%, ukuran inflasi inti *trimmed mean* yang dipantau ketat oleh Reserve Bank of Australia (RBA) menunjukkan kenaikan bulanan 0,5%. Angka ini mempertahankan tingkat inflasi inti tahunan di level 3,6%, yang dengan cepat meningkatkan probabilitas pasar akan adanya kenaikan suku bunga keempat dari RBA tahun ini.
Mata Uang Lainnya
Di tempat lain, Dolar Kanada tetap berada di bawah tekanan dengan pasangan USD/CAD naik 0,2% menjadi C$1,39. Mata uang ini melemah tajam setelah pembicaraan perdagangan AS-Kanada gagal, yang mendorong Washington untuk memberlakukan tarif 50% pada barang-barang Kanada senilai sekitar $20 miliar. Kanada membalas dengan tarif serupa pada impor AS.
Sementara itu, sentimen risiko di pasar Asia secara umum membaik setelah laporan bahwa Iran memulai kembali pembicaraan dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz. Perkembangan ini membantu menekan harga minyak mentah Brent yang turun lebih dari 2% menjadi sekitar $87 per barel.