Story
Deutsche Bank: Pusat Data Orbital SpaceX Bisa Saingi Biaya Darat pada Awal 2030-an

Summary
Deutsche Bank memproyeksikan pusat data orbital SpaceX dapat mencapai paritas biaya dengan fasilitas di darat pada awal tahun 2030-an, didorong oleh peluncuran Starship berskala besar dan integrasi vertikal.
Menurut analisis yang dirilis oleh Deutsche Bank, SpaceX berpotensi mencapai paritas biaya antara pusat data orbital dan terestrial (di darat) pada awal dekade 2030-an. Proyeksi ini didasarkan pada kemampuan perusahaan untuk melakukan integrasi vertikal dan meningkatkan skala peluncuran roket Starship yang dapat digunakan kembali.
Proyeksi Biaya dan Kelayakan
Deutsche Bank memperkirakan bahwa saat ini, biaya penerapan konstelasi pusat data di luar angkasa dengan kapasitas 1 gigawatt adalah enam kali lebih mahal dibandingkan alternatif di darat, tidak termasuk biaya komputasi. Namun, kesenjangan ini diperkirakan akan menyempit secara signifikan.
Bank tersebut memproyeksikan rasio biaya akan turun menjadi 1,0 hingga 1,5 kali lipat pada akhir dekade ini. Lebih lanjut, dengan optimalisasi satelit dan reusabilitas penuh Starship, pusat data orbital bisa menjadi lebih murah daripada solusi darat pada awal hingga pertengahan tahun 2030-an. Sebagai perbandingan, analisis Epoch AI yang dikutip oleh bank tersebut menyebutkan belanja modal di darat untuk komputasi AI 1 gigawatt mencapai $38 miliar dengan biaya operasional tahunan $900 juta.
Rincian Konstelasi "Starmind"
Analisis ini berfokus pada konstelasi "Starmind" milik SpaceX, yang akan menggunakan satelit AI1 yang dilengkapi tautan optik antar-satelit untuk merutekan lalu lintas data melalui jaringan Starlink yang sudah ada. Setiap satelit AI1 diperkirakan akan beroperasi dengan daya sekitar 120 kilowatt, setara dengan konsumsi daya rak NVIDIA GB300 NVL72.
AdSpaceX telah menyatakan keterbukaannya untuk menampung berbagai chip AI, termasuk GPU Nvidia, TPU Google, Trainium Amazon, dan chip AI dari Tesla. Pengajuan ke FCC (Komisi Komunikasi Federal AS) menguraikan rencana konstelasi hingga satu juta satelit di orbit rendah Bumi, dengan prototipe satelit AI1 ditargetkan untuk diluncurkan akhir tahun depan.
Kapasitas Jaringan dan Integrasi Vertikal
Kapasitas jaringan SpaceX didukung oleh lebih dari 10.000 satelit Starlink yang saat ini berada di orbit. Satelit V2 mini yang ada mampu menangani kapasitas sekitar 600 gigabit per detik, sementara satelit V3 yang akan datang diantisipasi memiliki kapasitas 2-3 terabit per detik per satelit. Selain itu, standar baru dari FCC memungkinkan kapasitas hingga tujuh kali lebih besar dari jumlah satelit yang sama.
Sebagai bukti strategi integrasi vertikalnya, SpaceX sedang membangun fasilitas manufaktur sel surya di Bastrop, Texas. Pabrik ini menargetkan kapasitas 10 gigawatt dan diharapkan mulai meningkatkan produksi pada akhir tahun 2027, yang akan mendukung kebutuhan daya konstelasi satelitnya yang masif.