Story
Saham Delta Air Lines Melonjak Setelah Terungkapnya Proposal Merger dari United

Summary
Laporan Wall Street Journal mengungkap bahwa United Airlines pernah secara rahasia mendekati Delta untuk merger pada tahun 2025. Meskipun ditolak karena masalah antimonopoli, berita ini menyoroti nilai strategis Delta dan mendorong sentimen positif investor.
Saham Delta Air Lines (DAL) menguat tajam dalam perdagangan pra-pembukaan setelah sebuah laporan Wall Street Journal mengungkap adanya pendekatan merger rahasia dari United Airlines pada tahun 2025. Meskipun proposal tersebut ditolak, pengungkapan ini menyoroti nilai strategis dan posisi dominan Delta di industri penerbangan AS, yang memicu minat investor.
Detail Proposal Merger
Menurut laporan yang dipublikasikan pada hari Minggu, CEO United Airlines Scott Kirby secara pribadi menghubungi CEO Delta Ed Bastian pada tahun 2025 untuk menjajaki potensi penggabungan. Kombinasi ini akan menciptakan maskapai penerbangan terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar mendekati $100 miliar dan menguasai sekitar separuh pasar perjalanan udara AS.
Namun, setelah melakukan uji tuntas awal, Delta memutuskan untuk tidak melanjutkan pembicaraan. Sumber internal yang dikutip dalam laporan tersebut menyatakan adanya "hambatan antimonopoli yang hampir tidak dapat diatasi" sebagai alasan utama penolakan. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Kirby kemudian mendekati American Airlines dengan proposal serupa, yang juga ditolak, menggarisbawahi tantangan regulasi yang ketat untuk konsolidasi skala besar di antara maskapai utama.
Dampak Pasar dan Sentimen Investor
AdBerita mengenai upaya merger ini secara efektif mengingatkan pasar akan valuasi dan posisi strategis Delta yang sulit ditandingi. Saham perusahaan naik 2,9% dalam perdagangan pra-pembukaan, diperdagangkan di level $87,55.
Kenaikan ini juga didukung oleh beberapa faktor positif lainnya:
- Dukungan Analis yang Kuat: Delta telah menerima rekomendasi 'Beli' dan target harga yang tinggi dari sejumlah bank investasi ternama seperti Bernstein, Citi, TD Cowen, Barclays, dan Wells Fargo dalam beberapa minggu terakhir.
- Kinerja Fundamental Solid: Pada 10 Juli, Delta melaporkan pendapatan kuartalan yang memecahkan rekor dan melampaui ekspektasi laba kuartal kedua. Perusahaan juga menegaskan kembali panduan laba per saham (EPS) yang disesuaikan untuk setahun penuh.
- Sentimen Pasar yang Positif: Kenaikan saham Delta sejalan dengan tren pasar yang lebih luas, di mana indeks utama seperti S&P 500 dan Dow Jones juga mencatatkan kenaikan.
Kombinasi antara pengungkapan merger yang mengejutkan, fundamental perusahaan yang kokoh, dan sentimen pasar yang sedang *risk-on* telah mendorong harga saham Delta secara signifikan.