Story

Kekhawatiran China Bayangi Kinerja Danone, Saham Anjlok Tajam

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 29, 20261 min read
Kekhawatiran China Bayangi Kinerja Danone, Saham Anjlok Tajam

Summary

Saham Danone anjlok meskipun melaporkan pertumbuhan penjualan kuartalan yang melampaui ekspektasi, karena investor lebih fokus pada pelemahan momentum di China yang menekan unit nutrisi khusus perusahaan.

Text size
Background

Saham Danone (DANO) anjlok 3,7% dalam perdagangan hari ini meskipun raksasa makanan dan minuman asal Prancis tersebut melaporkan hasil keuangan yang melampaui proyeksi analis. Investor memilih untuk melepas saham setelah kekhawatiran atas memburuknya momentum di China dan Asia Utara membayangi angka pertumbuhan penjualan yang solid.

Penjualan Lampaui Ekspektasi

Dalam laporan keuangan semester pertama (H1) 2026 yang dirilis sebelum pasar Paris dibuka, Danone mencatatkan pertumbuhan penjualan organik kuartal kedua (Q2) sebesar 4,2%. Angka ini berada di atas konsensus analis sebesar 3,7%.

Perusahaan melaporkan pendapatan Q2 sekitar €7,2 miliar. Pertumbuhan penjualan *like-for-like* tersebut didorong oleh kontribusi harga sebesar 2,3% dan kenaikan volume sebesar 1,9%.

Fokus Investor pada Pelemahan di China

Faktor penentu bagi investor adalah pelemahan kinerja di China. Unit nutrisi khusus—yang mencakup susu formula bayi dan merupakan salah satu bisnis dengan margin tertinggi bagi Danone—menghadapi tantangan struktural akibat penurunan tajam angka kelahiran di China.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Para analis telah menyoroti tren ini sebagai risiko pendapatan multi-tahun bagi perusahaan. Pelemahan di segmen bernilai tinggi ini membuat investor enggan mempertahankan saham pada valuasi sebelumnya, mendorong harga ke level terendah sesi di €69,32.

Konteks Pasar dan Sentimen Analis

Tekanan jual terhadap saham Danone diperparah oleh sentimen pasar yang sudah negatif. Sekitar sepekan sebelum rilis laporan keuangan, Jefferies telah menurunkan peringkat saham Danone menjadi "Underperform", dengan alasan hilangnya pangsa pasar yogurt di Amerika Utara dan perlambatan momentum nutrisi di China.

Di sisi lain, Goldman Sachs mempertahankan peringkat "Beli" dan menaikkan target harganya, namun pandangan optimistis ini tidak cukup untuk membendung aksi jual. Pergerakan saham hari ini murni didorong oleh berita spesifik perusahaan, karena indeks acuan CAC 40 di Paris tidak memberikan tekanan atau dorongan signifikan.

Back to latest news

LATEST