Story
Saham Cooper Cos. Anjlok 18% Akibat Panduan Lemah dan Pembatalan Penjualan Unit

Saham Cooper Companies (COO) anjlok 18% dalam perdagangan pasca-penutupan setelah perusahaan mengumumkan keputusan untuk mempertahankan unit CooperSurgical miliknya dan merilis panduan keuangan yang lebih rendah dari perkiraan. Perkembangan ini membayangi sejumlah pergerakan signifikan lainnya, termasuk pelemahan pada saham American Eagle Outfitters (AEO) dan Navan (NAVN) meskipun keduanya melaporkan kinerja kuartalan yang solid.
Panduan Mengecewakan Tekan Saham Medis
Katalis utama di balik penurunan tajam saham Cooper Companies adalah pengumuman resmi bahwa dewan direksi secara bulat memutuskan untuk tidak menjual unit CooperSurgical, mengakhiri proses peninjauan strategis yang telah berlangsung sejak Desember 2025. Keputusan ini diperparah oleh panduan pendapatan yang suram untuk kuartal keempat dan setahun penuh.
Perusahaan memproyeksikan laba per saham (EPS) Kuartal IV sebesar $1,05–$1,09, di bawah konsensus analis sebesar $1,19. Proyeksi pendapatan setahun penuh juga diturunkan menjadi $4,229–$4,252 miliar, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar $4,31 miliar. Panduan yang lemah ini menutupi laporan pendapatan Kuartal III yang sedikit melampaui estimasi, dengan EPS $1,15 dan pendapatan $1,07 miliar.
Aksi Ambil Untung Hantam Saham Ritel dan Teknologi
Di sektor ritel, saham American Eagle Outfitters (AEO) turun 12% meskipun melaporkan hasil Kuartal II yang melampaui ekspektasi dari sisi pendapatan dan laba. Perusahaan mencatatkan EPS sebesar $0,79 dengan pendapatan $1,38 miliar, didorong oleh lonjakan pendapatan 25% di merek Aerie dan OFFLINE. Namun, investor tampaknya melakukan aksi ambil untung dan khawatir terhadap inflasi marjin kotor yang masih membayangi merek utamanya, American Eagle.
AdSentimen serupa juga terjadi pada Navan, Inc. (NAVN), yang sahamnya merosot 11%. Penurunan ini terjadi meskipun perusahaan perangkat lunak bisnis tersebut melaporkan hasil Kuartal II yang lebih baik dari perkiraan dan menaikkan panduan pendapatan setahun penuh. Investor memilih untuk merealisasikan keuntungan setelah kenaikan saham dalam beberapa bulan terakhir di tengah tekanan valuasi yang lebih luas di sektor teknologi.
Kinerja Pertahanan dan Rencana Spin-Off Jadi Sentimen Positif
Berlawanan dengan tren negatif, saham kontraktor pertahanan AeroVironment (AVAV) naik 3%. Kenaikan ini didukung oleh laporan kinerja Kuartal I fiskal yang kuat, dengan EPS disesuaikan sebesar $0,59, jauh melampaui konsensus $0,29. Perusahaan juga menegaskan kembali panduan pendapatan setahun penuh untuk tahun fiskal 2027, didukung oleh permintaan internasional yang berkelanjutan untuk sistem pesawat nirawak otonomnya.
Sementara itu, saham Toro Corp. (TORO) menguat 4% setelah perusahaan energi maritim tersebut mengumumkan rencana untuk melakukan *spin-off* atau pemisahan armada kapal pengangkut gas minyak cair (LPG) menjadi entitas independen yang akan diperdagangkan secara publik bernama AI Okto Corp. Langkah strategis ini bertujuan untuk membuka nilai bagi pemegang saham dengan menciptakan fokus investasi murni pada bisnis transportasi LPG.