Story
Harga Gandum Berjangka Chicago Turun di Tengah Upaya Diplomasi Ukraina

Summary
Harga gandum berjangka Chicago melemah karena para pedagang menimbang harapan atas upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Ukraina terhadap gangguan ekspor Laut Hitam yang sedang berlangsung.
Harga gandum berjangka Chicago turun pada hari Rabu karena fokus investor terbagi antara potensi perundingan damai Rusia-Ukraina dan gangguan ekspor yang terus berlanjut di kawasan Laut Hitam. Aksi ambil untung setelah kenaikan harga yang stabil baru-baru ini juga turut menekan pasar.
Rincian Pergerakan Harga
Kontrak gandum yang paling aktif diperdagangkan di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 7-1/2 sen menjadi $7,39-1/4 per gantang (bushel) pada pukul 9:45 pagi waktu setempat (14:45 GMT). Harga tersebut tetap berada di bawah level tertinggi dalam 3,5 tahun sebesar $7,95 yang dicapai pada minggu sebelumnya.
Menurut para analis, tekanan jual juga datang dari aksi ambil untung (profit-taking) oleh para investor setelah periode kenaikan harga yang konsisten. Pasar sebelumnya sempat menguat di awal sesi setelah munculnya berita serangan Ukraina.
Faktor Geopolitik yang Bertentangan
Pasar merespons positif berita dari Kremlin yang menyatakan harapan bahwa perundingan yang dimediasi AS akan segera dilanjutkan, dan menyebut Abu Dhabi sebagai tempat yang lebih disukai untuk pembicaraan tersebut. Perkembangan ini mengalihkan fokus kembali ke upaya diplomatik, yang berpotensi melonggarkan pasokan gandum global.
AdNamun, sentimen ini dibayangi oleh perkembangan di lapangan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa pihaknya telah menyerang sasaran di pelabuhan Novorossiysk, Rusia, termasuk pangkalan angkatan laut dan terminal pemuatan minyak. Para pedagang mengutip laporan yang belum terkonfirmasi bahwa infrastruktur biji-bijian di pelabuhan tersebut mungkin juga mengalami kerusakan, yang memicu kekhawatiran pasokan.
Dampak pada Komoditas Lain
Komoditas pertanian lainnya juga mengalami penurunan. Harga jagung di CBOT turun 1-1/2 sen menjadi $5,32 per gantang, sementara kedelai turun 4-1/2 sen menjadi $13,11-1/2 per gantang. Keduanya sempat mencapai level tertinggi dalam sekitar tiga tahun pada minggu lalu, didukung oleh kekhawatiran atas hasil panen di AS dan gangguan di Laut Hitam.
Kini, perhatian pasar beralih ke laporan perkiraan dari Departemen Pertanian AS (USDA) yang akan dirilis pada hari Jumat. Laporan ini diharapkan akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai kerusakan tanaman di Midwest akibat cuaca.