Story
Harga Gandum Berjangka Melemah Tertekan Aksi Jual Teknikal dan Minyak Mentah

Summary
Kontrak gandum berjangka di Chicago Board of Trade turun pada hari Rabu, dipicu oleh aksi jual teknikal dan pelemahan harga minyak mentah. Namun, penurunan ini tertahan oleh kekhawatiran pasokan global.
Harga gandum berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) melemah pada perdagangan hari Rabu pagi, seiring para pedagang melakukan aksi jual teknikal menyusul penurunan harga minyak mentah.
Rincian Pergerakan Harga
Penurunan harga terjadi pada sebagian besar kontrak gandum utama, meskipun salah satu jenis gandum menunjukkan sedikit penguatan. Berikut adalah rincian pergerakan harga per bushel:
- CBOT Soft Red Winter Wheat (Desember): Turun 1-1/2 sen menjadi $7,27 per gantang.
- Kansas City Hard Red Winter Wheat (Desember): Turun 1-1/4 sen menjadi $7,95 per gantang.
- Minneapolis Spring Wheat (Desember): Naik 2-1/2 sen menjadi $7,51 per gantang.
Faktor Penopang Pasar
AdPenurunan harga gandum yang lebih dalam tertahan oleh beberapa faktor fundamental yang menjadi perhatian pasar. Investor tetap waspada terhadap potensi gangguan ekspor biji-bijian dari kawasan Laut Hitam dan proyeksi penurunan produksi tanaman di beberapa wilayah produsen utama dunia.
Faktor-faktor ini menciptakan ketidakpastian pasokan yang membatasi tekanan jual di pasar. Kekhawatiran akan ketersediaan gandum global cenderung memberikan dasar harga (price floor) dalam jangka pendek.
Proyeksi Produksi Kanada
Menambah sentimen pasar, Statistics Canada merilis survei pada hari Rabu yang memproyeksikan penurunan produksi gandum di negara tersebut. Menurut data yang sebagian didasarkan pada citra satelit dan data agroklimat, produksi gandum Kanada diperkirakan akan turun 10,9% menjadi 36,1 juta metrik ton pada tahun 2026 dibandingkan tahun 2025.