Story
CEO Chevron: Cadangan Minyak Menipis, Risiko Kenaikan Harga Menguat

Summary
CEO Chevron Mike Wirth memperingatkan bahwa cadangan minyak mentah global yang berfungsi sebagai penyangga harga telah habis, meningkatkan risiko kenaikan harga dalam beberapa bulan ke depan di tengah ketegangan geopolitik.
CEO Chevron, Mike Wirth, menyatakan bahwa cadangan minyak global yang sebelumnya membantu meredam kenaikan harga kini telah menipis, sehingga membuka kemungkinan lonjakan harga lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Pernyataan ini disampaikan di tengah pasar energi yang bergejolak akibat konflik dan gangguan pasokan.
Cadangan Penyangga Telah Habis
Berbicara dalam sebuah konferensi energi di University of Texas at Austin, Wirth menjelaskan bahwa berbagai negara telah melepaskan sebagian cadangan minyak strategis mereka ke pasar sejak perang Iran dimulai. Selain itu, pelonggaran pembatasan AS terhadap minyak yang disimpan di kapal tanker dari negara-negara yang terkena sanksi juga turut menambah pasokan sementara.
Menurut Wirth, langkah-langkah tersebut yang berfungsi sebagai penyangga kini telah "habis dimainkan". Ia menambahkan, "Sulit untuk membayangkan skenario di mana harga akan melunak dengan cepat," dan menegaskan, "Saya pikir risiko tetap mengarah ke sisi atas (kenaikan) selama beberapa bulan ke depan."
Dampak pada Pasar dan Harga
AdKondisi pasokan yang ketat telah terasa di pasar. Harga rata-rata solar di AS mencapai $6 per galon untuk pertama kalinya, didorong oleh perang Iran dan serangan Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Rusia.
Sebagai cerminan dari sentimen pasar, harga minyak mentah Brent berjangka berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 8%. Menipisnya cadangan penyangga berarti pasar menjadi lebih rentan terhadap guncangan pasokan di masa depan, yang dapat dengan cepat mendorong harga lebih tinggi.
Update Operasional Chevron
Wirth juga memberikan informasi terbaru mengenai operasi Chevron di beberapa wilayah penting:
- Kazakhstan: Dampak terhadap operasi perusahaan di wilayah tersebut, termasuk ladang minyak raksasa Tengiz dan Pipa Kaspia, telah berkurang. Hal ini terjadi setelah pemerintah AS berbicara dengan Ukraina mengenai serangannya terhadap infrastruktur minyak di Laut Hitam Rusia.
- Venezuela: Chevron akan mendanai rencana investasi senilai $7 miliar untuk ekspansi di Venezuela sepenuhnya dari arus kas yang dihasilkan oleh tiga usaha patungan yang sudah ada di negara tersebut. Pekan lalu, perusahaan menandatangani kontrak baru dengan pemerintah Venezuela untuk memperluas operasi ke dua wilayah minyak baru dan menargetkan peningkatan produksi menjadi sekitar 600.000 barel per hari pada tahun 2031.