Story
Dolar Kanada Melemah Akibat Meningkatnya Ketegangan Perdagangan dengan AS

Dolar Kanada, atau yang dikenal sebagai loonie, melemah secara signifikan terhadap dolar AS pada hari Senin, turun sekitar 0,6% seiring investor merespons eskalasi ketegangan perdagangan. Pelemahan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif yang lebih tinggi terhadap produk-produk utama Kanada.
Ancaman Tarif Memicu Pelemahan
Menurut laporan Investing.com, loonie diperdagangkan di sekitar 72,24 sen AS, turun sekitar 0,4% pada hari itu, dengan pasangan mata uang USD/CAD berada di level C$1,385. Pelemahan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Trump yang mengancam akan menaikkan tarif impor mobil, suku cadang mobil, dan baja dari Kanada menjadi 50% mulai 1 Januari 2027.
Ancaman tersebut, yang disampaikan melalui platform Truth Social, menambah tekanan pada Ottawa setelah negosiasi perdagangan bilateral antara kedua negara gagal pada akhir pekan lalu. Kegagalan negosiasi dan pengenalan tarif baru AS ini membalikkan penguatan loonie yang sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan.
Respons Kanada dan Dampak Pasar
Pemerintah Kanada menyatakan akan merespons dengan tindakan balasan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari sengketa perdagangan yang berkepanjangan. Perdana Menteri Mark Carney, seperti dikutip oleh sumber tersebut, menyatakan, "Anda berada dalam perang ketika Anda diserang. Kami diserang."
AdOttawa telah berjanji untuk membalas tindakan Washington setara dolar-per-dolar. Tarif balasan yang menargetkan baja, produk susu, peralatan rumah tangga, dan elektronik AS dijadwalkan mulai berlaku pada 8 September. Situasi ini menciptakan lapisan risiko biaya dan permintaan baru bagi perusahaan dengan rantai pasokan lintas batas yang signifikan, termasuk yang terdaftar di Bursa Efek Toronto dan NYSE.
Konteks Ekonomi dan Faktor Pendukung
Di tengah tekanan ini, harga minyak mentah yang lebih tinggi memberikan sedikit penopang bagi loonie, mengingat status Kanada sebagai eksportir minyak utama. Namun, faktor ini tidak cukup untuk mengimbangi sentimen negatif dari sengketa dagang.
Para analis mencatat bahwa pelemahan ini juga sebagian bersifat teknis. Analis di City Index mengamati bahwa RSI harian pada USD/CAD telah memasuki wilayah *oversold* sebelum pemulihan pada hari Senin, menunjukkan adanya *technical short squeeze*. Sebelumnya, penguatan loonie didukung oleh data ekonomi Kanada yang kuat, termasuk pertumbuhan PDB kuartal kedua sebesar 3,4% secara tahunan dan penambahan 75.000 lapangan kerja pada bulan Juli, namun keuntungan tersebut kini terkikis oleh risiko tarif.