Story
Dolar Kanada Capai Level Tertinggi 3 Bulan, Didukung Harga Minyak dan Optimisme Dagang

Dolar Kanada menguat terhadap dolar AS pada hari Kamis, mencapai level tertinggi dalam hampir tiga bulan. Penguatan ini didorong oleh kenaikan harga minyak mentah, salah satu komoditas ekspor utama negara itu, dan optimisme investor terkait progres negosiasi perdagangan antara Kanada dan Amerika Serikat.
Pendorong Utama Penguatan
Kenaikan harga minyak mentah memberikan dukungan signifikan bagi mata uang Kanada, yang sering disebut *loonie*. Berdasarkan data pasar, kontrak berjangka minyak mentah AS naik 2% menjadi $87,50 per barel. Harga energi menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan akan adanya tindakan balasan terhadap negara-negara yang mendukung Iran.
Selain itu, sentimen pasar juga membaik seiring berlangsungnya perundingan dagang. Kepala negosiator perdagangan dari Kanada dan AS bertemu di Washington untuk hari kedua berturut-turut dalam upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri tarif dan bea masuk balasan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Darren Richardson, Chief Operating Officer di Vantry Capital Inc., menyatakan bahwa kombinasi kenaikan harga minyak dan tekanan pada dolar AS akibat meningkatnya utang pemerintah AS memberikan dukungan bagi mata uang Kanada. Departemen Keuangan AS pada hari Rabu mengumumkan bahwa total utang federal AS untuk pertama kalinya melampaui $40 triliun.
AdKinerja Pasar dan Data Terkini
Mata uang Kanada terapresiasi 0,1% ke level 1,3790 per dolar AS, atau setara 72,52 sen AS. Sepanjang sesi perdagangan, *loonie* sempat menyentuh 1,3757, level terkuatnya sejak 21 Mei.
Sementara dolar AS sedikit menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Kamis, mata uang tersebut sebelumnya berada di bawah tekanan setelah Departemen Keuangan mengambil langkah-langkah untuk menenangkan aksi jual di pasar obligasi. Sejalan dengan penguatan mata uang, imbal hasil obligasi pemerintah Kanada juga tercatat mengalami kenaikan dalam sesi perdagangan.