Story
Poundsterling Terkoreksi Seiring Dolar AS Menemukan Pijakan

Poundsterling dan Euro sedikit melemah pada hari Jumat karena Dolar AS menemukan pijakan setelah mengalami aksi jual tajam. Pergerakan ini terjadi setelah sinyal dovish dari The Fed dan data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan memicu pelemahan Dolar secara signifikan di awal pekan.
Dolar AS Stabil Setelah Aksi Jual
Indeks Dolar (DXY), yang sempat jatuh di bawah level 100 pada hari Kamis, menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Pelemahan Dolar sebelumnya dipicu oleh data yang menunjukkan indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti, ukuran inflasi pilihan The Fed, hanya naik 0,1% secara bulanan pada Juni, sementara PDB kuartal kedua tumbuh 1,5%, di bawah ekspektasi pasar.
Sikap The Fed yang dinilai enggan untuk memperketat kebijakan moneter secara agresif turut menekan Dolar. Menurut Francesco Pesole, Ahli Strategi Valas di ING, "masih ada ruang untuk tekanan lebih lanjut pada posisi beli Dolar, dan kami masih enggan untuk menyatakan bahwa pelemahan Dolar ini telah mencapai dasarnya."
Pergerakan Poundsterling dan Euro
Poundsterling Terkoreksi
Pasangan mata uang GBP/USD turun 0,13% ke level 1,3448. Analis mencatat bahwa pelemahan ini lebih didorong oleh faktor stabilisasi Dolar AS daripada perubahan fundamental ekonomi Inggris, mengingat tidak adanya rilis data domestik yang signifikan. Koreksi ini dipandang sebagai konsolidasi dari tren kenaikan baru-baru ini, bukan sebagai pembalikan arah.
Euro Tertahan Meski Inflasi Menguat
AdSementara itu, EUR/USD melemah 0,20% menjadi 1,1505, setelah pada hari Kamis sempat mencapai level tertinggi dalam beberapa minggu di atas 1,150. Pelemahan Euro terjadi meskipun data inflasi Zona Euro untuk bulan Juli menunjukkan percepatan, yang secara teori mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat dari Bank Sentral Eropa (ECB).
Data dari Eurostat menunjukkan angka inflasi berikut:
- Inflasi utama (CPI): Naik menjadi 2,9% YoY dari 2,8% di bulan Juni.
- Inflasi inti: Mengalami percepatan menjadi 2,5%.
- Inflasi sektor jasa: Naik menjadi 3,3%.
Prospek ke Depan
Data inflasi yang lebih tinggi ini memperkuat argumen bagi ECB untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneternya. Namun, untuk saat ini, pergerakan Euro tetap dibayangi oleh dinamika Dolar AS. Analis ING memperkirakan level resistansi untuk EUR/USD berada di sekitar 1,160.
Dengan tidak adanya jadwal pidato dari pejabat The Fed pada hari Jumat, pelaku pasar kini menantikan kalender data ekonomi AS yang padat pada pekan depan untuk mendapatkan katalis baru. ING mencatat bahwa pidato para pejabat FOMC akan dipantau lebih cermat menjelang pertemuan September, terutama jika muncul perbedaan pendapat dalam pemungutan suara.