Story
CEO Boeing: Stabilisasi Produksi 737 MAX Lebih Lama dari Perkiraan, Saham Turun Tajam

Summary
CEO Boeing Kelly Ortberg menyatakan bahwa upaya menstabilkan laju produksi 737 MAX memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan, sebuah komentar yang langsung menyebabkan saham perusahaan turun signifikan.
CEO Boeing Kelly Ortberg pada hari Rabu mengakui bahwa perusahaan memerlukan waktu "lebih lama dari yang diperkirakan" untuk menstabilkan laju produksi pesawat 737 MAX. Pernyataan tersebut, yang dikutip oleh Reuters, langsung memicu aksi jual saham perusahaan di pasar.
Dampak Pasar dan Reaksi Investor
Saham Boeing (NYSE:BA) anjlok sekitar 2,5% segera setelah komentar Ortberg dirilis dalam sebuah konferensi. Saham perusahaan akhirnya menutup hari perdagangan dengan penurunan tajam sebesar 4,5%.
Bagi investor, keterlambatan dalam stabilisasi produksi menandakan tantangan operasional yang berkelanjutan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan Boeing untuk memenuhi jadwal pengiriman kepada maskapai dan dapat memengaruhi proyeksi pendapatan serta arus kas di masa mendatang.
Target Produksi dan Tantangan
Ortberg menjelaskan bahwa target saat ini adalah menstabilkan produksi pada tingkat 47 jet per bulan. Setelah laju tersebut konsisten, produsen pesawat asal AS itu berencana untuk meningkatkan produksi menjadi 52 jet per bulan.
AdPernyataan ini menyoroti kesulitan yang masih dihadapi Boeing dalam mencapai efisiensi lini perakitan, yang merupakan faktor krusial untuk memenuhi tumpukan pesanan dan memulihkan kepercayaan pasar setelah serangkaian tantangan dalam beberapa tahun terakhir.
Perkembangan Lainnya
Di samping isu produksi, Ortberg juga memberikan beberapa pembaruan lain:
- Sertifikasi 737-10: Ia menyatakan bahwa sertifikasi untuk varian terbesar dari keluarga 737 MAX, yaitu 737-10, akan didapatkan "segera". Namun, perlu dicatat bahwa proses sertifikasi model ini telah mengalami penundaan selama beberapa tahun dari jadwal semula.
- Pesanan dari Tiongkok: Ortberg meredam ekspektasi pasar terkait kemungkinan adanya pesanan pesawat dalam jumlah besar dari Tiongkok minggu depan, saat kunjungan kenegaraan berlangsung.