Story
Boeing Hampir Finalisasi Pesanan 150 Jet 737 MAX dari Turkish Airlines

Summary
Boeing dilaporkan hampir menyelesaikan kesepakatan besar untuk 150 jet 737 MAX dengan Turkish Airlines, setelah pesanan tersebut tertunda akibat sengketa terkait perawatan mesin.
Boeing hampir menyelesaikan pesanan yang tertunda untuk 150 unit pesawat 737 MAX dari Turkish Airlines, setelah maskapai tersebut sempat mengancam akan membatalkan kesepakatan bernilai tinggi itu akibat sengketa terkait perawatan mesin. Menurut laporan Reuters yang mengutip empat sumber yang mengetahui masalah ini, kesepakatan tersebut kini kembali ke jalurnya.
Penyelesaian Sengketa
Kesepakatan tersebut terhambat oleh ketidaksepakatan mengenai permintaan Turkish Airlines untuk kesepakatan industri terkait perawatan mesin. Sengketa ini sempat membuat maskapai penerbangan nasional Turki itu mengancam untuk membatalkan seluruh pesanan.
Namun, menurut tiga sumber, perselisihan tersebut kini telah mendekati titik temu. Kesepakatan tersebut dilaporkan kembali berjalan dan berpotensi untuk ditandatangani paling cepat pada minggu depan.
Latar Belakang Kesepakatan
AdPesanan untuk 150 jet 737 MAX ini merupakan bagian dari paket pemesanan yang lebih besar, mencakup total 225 pesawat. Paket ini pertama kali diumumkan setahun yang lalu setelah pertemuan antara Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden AS Donald Trump pada saat itu, menjadikannya kesepakatan yang signifikan secara komersial.
Sengketa ini tidak hanya melibatkan Boeing dan Turkish Airlines, tetapi juga produsen mesin CFM. CFM adalah perusahaan patungan antara GE Aerospace dan Safran dari Prancis. Baik Boeing maupun CFM menolak untuk memberikan komentar mengenai perkembangan ini, sementara Turkish Airlines belum memberikan tanggapan.
Bagi Boeing, finalisasi pesanan ini merupakan kemenangan penting untuk mengamankan salah satu pesanan terbesar untuk program 737 MAX. Sementara bagi Turkish Airlines, hal ini akan memastikan rencana ekspansi armada mereka di masa depan.