Story

Harga Bitcoin Tertahan di $63.000 di Tengah Tekanan Jual dan Kabar Regulasi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 18, 20262 min read
Harga Bitcoin Tertahan di $63.000 di Tengah Tekanan Jual dan Kabar Regulasi
Text size
Background

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan terbatas, diperdagangkan sedikit di atas $63.000 pada akhir pekan. Aset kripto terbesar di dunia ini menghadapi tarik-menarik antara tekanan jual korporasi, ketidakpastian regulasi, dan sinyal teknis yang melemah, yang mengimbangi optimisme dari tren adopsi jangka panjang.

Berdasarkan data Investing.com, pada pukul 15:31 ET (23:31 WIB), harga Bitcoin tercatat naik tipis 0,2% menjadi $63.092,8. Pergerakan stagnan ini kontras dengan bursa saham AS yang mencetak rekor baru, mengindikasikan bahwa pasar kripto sedang menghadapi tantangan internalnya sendiri.

Tekanan Jual dan Sinyal Teknis

Salah satu faktor yang menekan harga adalah aksi jual dari entitas korporasi. MicroStrategy (NASDAQ:MSTR), perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar, dilaporkan oleh Blockonomi telah menjual 1.690 BTC senilai sekitar $108,6 juta. Langkah ini menambah tekanan pasokan di tengah pasar yang sedang berjuang mencari momentum.

Dari sisi teknis, para analis memantau dengan cermat level mingguan krusial di $63.220. Jika Bitcoin ditutup di bawah level ini, area yang sebelumnya menjadi support berpotensi berubah menjadi resistensi, membuka risiko penurunan lebih lanjut. Investor juga menantikan rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada 26 Agustus untuk petunjuk arah suku bunga dan selera risiko.

Perkembangan Regulasi dan Prospek Adopsi

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sentimen pasar juga terpengaruh oleh penundaan rencana Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait program keringanan inovasi untuk proyek tokenisasi. Hal ini memperpanjang ketidakpastian mengenai kapan produk keuangan baru berbasis blockchain dapat menerima kejelasan regulasi.

Namun, terdapat perkembangan positif di sisi lain. Office of the Comptroller of the Currency (OCC) AS memberikan persetujuan bersyarat awal kepada World Liberty Trust Company untuk menjadi bank kustodian nasional. Perusahaan yang terafiliasi dengan Donald Trump ini berencana mengambil alih penerbitan dan kustodi stablecoin USD1 dari BitGo. Keputusan ini memicu kritik dari anggota parlemen Demokrat terkait potensi hubungan kepentingan Trump di industri kripto.

Pandangan Jangka Panjang Tetap Optimis

Terlepas dari tantangan jangka pendek, manajer aset Grayscale meyakini tren adopsi Bitcoin akan meningkat setelah siklus pasar bearish saat ini berakhir. Beberapa pendorong utamanya antara lain:

  • Defisit fiskal pemerintah: Meningkatnya utang negara dapat memperkuat permintaan terhadap aset langka seperti Bitcoin.
  • Ekspansi aplikasi blockchain: Pertumbuhan sekuritas yang ditokenisasi, stablecoin, dan produk investasi yang teregulasi menjembatani kripto dengan keuangan tradisional.
  • Pergeseran preferensi investor: Generasi investor yang lebih muda cenderung lebih terbuka terhadap aset digital dalam portofolio mereka.
Back to latest news

LATEST