Story
Harga Bitcoin Mundur ke Level $78.000 di Tengah Data Inflasi AS yang Stagnan

Harga Bitcoin turun tipis pada hari Rabu, mundur dari level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan tekanan harga tetap stabil, sehingga menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Data Inflasi Meredam Optimisme
Bitcoin diperdagangkan turun 0,5% di level $78.217,5 pada pukul 09:55 Waktu Bagian Timur AS (20:55 WIB), setelah pada awal pekan sempat menembus angka $80.000. Koreksi ini dipicu oleh data ekonomi AS yang menjadi fokus utama pasar.
Menurut laporan Departemen Perdagangan AS, Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE), yang merupakan acuan inflasi favorit The Fed, naik 3,7% secara tahunan pada bulan Juli. Angka ini tidak berubah dari bulan Juni dan sedikit di atas ekspektasi para ekonom sebesar 3,6%. Inflasi inti PCE, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang fluktuatif, juga tetap kuat dengan kenaikan tahunan sebesar 3,3%, sesuai dengan perkiraan.
Data yang stagnan ini mengindikasikan bahwa proses pendinginan inflasi berjalan lambat. Hal ini dapat mendorong pejabat The Fed untuk mempertahankan sikap hati-hati dan menunda penurunan suku bunga, sebuah skenario yang berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin dengan cara memperkuat dolar AS.
Prospek Jangka Panjang Tetap Kuat
AdMeskipun terjadi koreksi jangka pendek, beberapa analis mempertahankan pandangan optimistis terhadap prospek Bitcoin. Firma riset Bernstein memproyeksikan harga Bitcoin dapat mencapai $150.000 pada pertengahan 2027 dan menyentuh puncak siklus berikutnya di sekitar $300.000 pada tahun 2029.
Proyeksi ini didasarkan pada narasi "debasement" atau pelemahan mata uang, di mana meningkatnya utang pemerintah dan biaya pinjaman dapat mendorong bank sentral untuk mengadopsi kebijakan yang melemahkan nilai mata uang fiat dalam jangka panjang. Kondisi ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan terhadap aset langka seperti Bitcoin. Investor juga menantikan laporan pendapatan dari Nvidia sebagai barometer selera risiko di pasar yang lebih luas.
Pasar Altcoin Ikut Terkoreksi
Pelemahan Bitcoin juga berdampak pada pasar altcoin yang lebih luas, yang sebagian besar ikut mengalami penurunan setelah reli baru-baru ini.
- Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua, turun 0,4% ke level $2.451,44.
- XRP anjlok 4,6%, sementara Solana (SOL) dan Cardano (ADA) masing-masing turun 0,7% dan 3%.
- Di sisi lain, BNB menunjukkan sedikit kekuatan dengan kenaikan hampir 1%.