Story
Bitcoin Terkoreksi ke $78.300 di Tengah Ketegangan Iran dan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi

Harga Bitcoin (BTC) turun pada hari Kamis, tertekan oleh meningkatnya konflik AS-Iran dan imbal hasil obligasi Treasury AS yang tinggi, yang membebani selera investor terhadap aset-aset berisiko. Mata uang kripto terbesar di dunia ini turun 0,8% menjadi $78.299,6 pada pukul 05:07 GMT, menurut data dari Investing.com.
Faktor Geopolitik dan Makroekonomi Memicu Pelemahan
Eskalasi permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi fokus utama pasar setelah kedua negara dilaporkan terlibat dalam konflik militer. Laporan menyebutkan Iran menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz, yang dibalas oleh AS dengan menenggelamkan lima tanker minyak Iran. Perkembangan ini mendorong harga minyak mentah Brent bertahan di atas level psikologis $100 per barel.
Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran baru akan inflasi yang persisten (*sticky inflation*), yang dapat mendorong Federal Reserve AS untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat (*hawkish*). Prospek suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama cenderung menekan aset spekulatif yang bergantung pada likuiditas seperti mata uang kripto.
Tekanan jual semakin diperkuat oleh lonjakan imbal hasil obligasi Treasury AS, di mana imbal hasil untuk tenor 10-tahun mencapai level tertinggi dalam tiga tahun. Kenaikan imbal hasil pada aset yang lebih aman seperti obligasi pemerintah mengurangi daya tarik aset berisiko, termasuk Bitcoin.
AdAltcoin Ikut Terkoreksi
Pelemahan Bitcoin diikuti oleh pasar kripto yang lebih luas, menandakan sentimen penghindaran risiko (*risk-off*) yang menyeluruh. Sejumlah aset kripto alternatif (altcoin) utama juga mencatatkan penurunan signifikan.
- Ether (ETH), mata uang kripto terbesar kedua, turun 0,7% ke $2.478,32.
- XRP merosot 2,7%.
- BNB terkoreksi 3,9%.
- Solana (SOL) dan Cardano (ADA) masing-masing turun lebih dari 2%.