Story
Bitcoin Dekati $65.000 Didukung Data Inflasi, Ketegangan Iran Menahan Laju

Summary
Harga Bitcoin menguat mendekati level $65.000 setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed. Namun, eskalasi konflik AS-Iran membatasi potensi kenaikan lebih lanjut di pasar aset digital.
Harga Bitcoin (BTC) menguat pada hari Rabu, sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap suku bunga Amerika Serikat yang lebih tinggi. Namun, sentimen risiko yang berasal dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah membatasi potensi kenaikan yang lebih signifikan.
Berdasarkan data hingga pukul 02:00 ET (06:00 GMT), Bitcoin tercatat naik 3,7% ke level $64.938,1. Aset kripto utama ini bahkan sempat mencapai level tertinggi harian di $65.055, level terkuatnya sejak 22 Juni, menurut laporan Investing.com.
Data Inflasi Meredakan Kekhawatiran Suku Bunga
Kenaikan Bitcoin melanjutkan momentum positif dari hari sebelumnya, dipicu oleh rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang lebih lunak dari perkiraan. Data ini membantu meredakan spekulasi bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga acuannya.
Kekhawatiran akan suku bunga yang lebih tinggi telah menjadi penekan utama bagi aset spekulatif yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding assets) seperti mata uang kripto. Suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) untuk berinvestasi di sektor ini dibandingkan dengan aset berisiko rendah seperti surat utang pemerintah.
Meski demikian, investor tetap waspada. Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam testimoninya di hadapan Kongres, menegaskan kembali komitmen bank sentral terhadap target inflasi tahunan 2%. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa The Fed masih mempertahankan bias kebijakan yang ketat untuk jangka panjang.
Ketegangan Geopolitik Membatasi Selera Risiko
Kenaikan harga aset kripto tertahan oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara dilaporkan saling melancarkan serangan baru, yang menandakan belum ada tanda-tanda deeskalasi konflik.
AdPresiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan akan terus berlanjut hingga kesepakatan tercapai. Perkembangan ini mendorong lonjakan harga minyak dunia, yang pada gilirannya memicu kekhawatiran akan kebangkitan kembali inflasi yang didorong oleh energi. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko tinggi.
Pasar Altcoin Ikut Menguat
Pasar aset kripto yang lebih luas juga bergerak lebih tinggi pada hari Rabu, mengikuti pergerakan Bitcoin. Namun, sebagian besar altcoin masih mencatatkan kerugian signifikan sepanjang tahun ini di tengah menurunnya minat investor institusional dan ritel.
Beberapa pergerakan altcoin utama meliputi:
- Ether (ETH): naik 5,8% menjadi $1.886,86
- XRP: menguat 3,8% ke $1,1101
- Solana (SOL) dan Cardano (ADA): masing-masing naik 4,4% dan 3,6%
Peralihan minat investor ke saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) juga dinilai telah mengurangi aliran modal ke sektor aset kripto dalam beberapa waktu terakhir.