Story

Barington Capital Akuisisi Saham Bath & Body Works, Dorong Potensi Penjualan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 10, 20261 min read
Barington Capital Akuisisi Saham Bath & Body Works, Dorong Potensi Penjualan
Text size
Background

Firma investasi aktivis Barington Capital Group telah mengakuisisi saham baru di Bath & Body Works dan mendorong perusahaan wewangian tersebut untuk menjajaki kemungkinan penjualan. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News pada hari Kamis, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Akibat berita ini, saham Bath & Body Works (BBWI) tercatat naik sekitar 3% dalam perdagangan setelah jam bursa. Reaksi pasar ini mengindikasikan bahwa investor merespons positif potensi perubahan strategis atau akuisisi perusahaan.

Alasan di Balik Dorongan Penjualan

Menurut laporan tersebut, CEO Barington James Mitarotonda menyatakan bahwa Bath & Body Works saat ini dinilai terlalu rendah (*undervalued*) dan terhambat oleh manajemen yang tidak stabil. Mitarotonda berpendapat bahwa "perubahan diperlukan" di perusahaan tersebut.

Barington Capital meyakini bahwa Bath & Body Works harus menunjuk penasihat keuangan untuk secara aktif mencari pembeli. Mitarotonda menambahkan bahwa posisi pasar, kekuatan merek, dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas seharusnya menarik minat pembeli yang signifikan, termasuk dari perusahaan *private equity*.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks dan Langkah Selanjutnya

Barington Capital dikenal sebagai investor aktivis, yaitu pemegang saham yang menggunakan kepemilikannya untuk memberikan tekanan pada manajemen perusahaan agar melakukan perubahan besar pada strategi korporat. Langkah ini sering kali bertujuan untuk membuka nilai yang terpendam bagi para pemegang saham.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Bath & Body Works maupun Barington Capital belum memberikan tanggapan segera atas permintaan komentar dari Reuters. Pasar kini akan mengamati dengan cermat respons dari dewan direksi Bath & Body Works terhadap tekanan dari pemegang saham barunya ini.

Back to latest news

LATEST