Story
Bank of America Proyeksikan Pendapatan Perbankan Investasi Turun Setidaknya 10% di Kuartal III

Summary
CEO Brian Moynihan memperkirakan pendapatan perbankan investasi akan turun lebih dari 10% pada kuartal ketiga, sementara pendapatan dari penjualan dan perdagangan diperkirakan akan stagnan. Proyeksi ini memicu penurunan tajam pada saham perseroan.
Bank of America (BAC) memperkirakan pendapatan dari biaya perbankan investasinya akan turun setidaknya 10% pada kuartal ketiga, sementara pendapatan dari penjualan dan perdagangan diproyeksikan akan tetap datar. Pernyataan ini disampaikan oleh CEO Brian Moynihan pada hari Senin di sebuah konferensi layanan keuangan global.
Proyeksi Kinerja Kuartal III
Moynihan memproyeksikan pendapatan perbankan investasi berada di antara $1,6 miliar hingga $1,8 miliar pada kuartal ketiga, sebuah penurunan dari $2 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan tren pasar yang lebih luas.
"Secara umum, yang kami lihat adalah pasar perbankan investasi turun sekitar 10% atau lebih," kata Moynihan. "Posisi kami lebih kecil di beberapa bisnis yang memiliki lebih banyak aktivitas, jadi kami mungkin akan turun sedikit lebih dari itu."
Sementara itu, untuk segmen penjualan dan perdagangan, CEO memperkirakan pendapatan akan relatif datar jika dibandingkan dengan $5,4 miliar yang tercatat pada kuartal ketiga tahun 2025.
AdDampak Pasar dan Konteks Suku Bunga
Menyusul pernyataan tersebut, saham Bank of America anjlok lebih dari 5% pada akhir perdagangan. Indeks perbankan S&P 500 juga tercatat melemah sebesar 2,7%, menunjukkan kekhawatiran investor terhadap sektor perbankan secara umum.
Moynihan menambahkan bahwa jalur kesepakatan (deals pipeline) tetap kuat, namun ia memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga dapat memperlambat sebagian permintaan pembiayaan. "Saat ini kami melihatnya solid, dan pipeline tetap penuh," ujar Moynihan.
Komentar ini muncul di tengah ekspektasi para pialang global bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini. Ekspektasi tersebut diperkuat oleh data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan, yang mengindikasikan bahwa para pembuat kebijakan akan melanjutkan pengetatan kebijakan moneter.