Story
Indeks Angkutan Kering Baltik Anjlok ke Level Terendah 3 Minggu Akibat Tarif Melemah

Summary
Indeks utama angkutan laut untuk komoditas curah kering jatuh pada hari Selasa, tertekan oleh penurunan tarif di semua segmen kapal di tengah melemahnya permintaan dari Tiongkok.
Indeks angkutan curah kering Baltik Exchange (Baltic Dry Index) merosot ke level terendah dalam lebih dari tiga minggu pada hari Selasa, karena tarif pengiriman menurun di semua kategori kapal. Indeks ini sering dianggap sebagai proksi untuk kesehatan perdagangan global.
Indeks utama, yang melacak tarif untuk kapal jenis capesize, panamax, dan supramax, turun 32 poin atau 1,2%, menjadi 2.664. Menurut data bursa, ini merupakan level terendah sejak 2 Juli.
Penurunan di Semua Segmen
Penurunan ini didorong oleh pelemahan di seluruh segmen kapal utama. Data dari Baltic Exchange menunjukkan rincian sebagai berikut:
- Indeks Capesize: Turun 60 poin, atau 1,4%, menjadi 4.140, level terendah sejak 22 Juli. Rata-rata pendapatan harian untuk kapal capesize, yang biasanya mengangkut kargo 150.000 ton seperti bijih besi dan batu bara, turun $539 menjadi $34.048.
- Indeks Panamax: Turun 11 poin, atau 0,6%, menjadi 1.988, menyentuh level terendah sejak akhir April. Rata-rata pendapatan harian untuk kapal panamax, yang membawa 60.000 hingga 70.000 ton kargo batu bara atau biji-bijian, berkurang $94 menjadi $17.896.
AdPermintaan dari Tiongkok Menjadi Sorotan
Pelemahan tarif angkutan terkait erat dengan dinamika permintaan komoditas, terutama dari Tiongkok. Kontrak berjangka bijih besi Dalian dilaporkan turun untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Selasa.
Tekanan ini muncul karena pabrik-pabrik baja di Tiongkok, yang merupakan konsumen utama komoditas industri, tetap tutup untuk pemeliharaan setelah menerima pemberitahuan pembatasan produksi. Namun, penurunan lebih lanjut pada indeks berhasil diredam oleh adanya pengurangan pengiriman global.