Story

Obat Kanker Payudara AstraZeneca Gagal Capai Sasaran Utama Uji Coba Tahap Akhir

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 11, 20261 min read
Obat Kanker Payudara AstraZeneca Gagal Capai Sasaran Utama Uji Coba Tahap Akhir
Text size
Background

AstraZeneca PLC (NASDAQ:AZN) pada hari Jumat mengumumkan bahwa obat kanker payudaranya, Etcamah, gagal memenuhi sasaran utama untuk meningkatkan kelangsungan hidup bebas progresi (*progression-free survival*) dalam sebuah uji klinis tahap akhir. Berita ini menyebabkan saham perusahaan yang terdaftar di bursa AS anjlok 3% dalam perdagangan pasca-penutupan (*aftermarket trading*).

Detail Hasil Uji Coba

Uji coba tersebut mengevaluasi efektivitas Etcamah dalam kombinasi dengan palbociclib, obat kanker lainnya, pada pasien dengan jenis kanker payudara stadium lanjut yang belum pernah menerima pengobatan sebelumnya. Menurut AstraZeneca, kombinasi tersebut hanya menunjukkan "peningkatan secara numerik" dalam populasi pasien ini, yang berarti hasil tersebut tidak signifikan secara statistik untuk memenuhi titik akhir primer yang telah ditetapkan.

Titik akhir primer dari uji coba ini adalah kelangsungan hidup bebas progresi, sebuah ukuran standar dalam uji coba onkologi yang merujuk pada lamanya waktu pasien hidup dengan penyakit tanpa kondisinya memburuk. Perusahaan menyatakan akan membagikan data lengkap dari uji coba ini di kemudian hari.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dampak dan Konteks Regulasi

Kegagalan ini menjadi sebuah kemunduran bagi portofolio onkologi AstraZeneca. Pengumuman ini datang hanya seminggu setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memberikan persetujuan akselerasi (*accelerated approval*) untuk Etcamah. Persetujuan tersebut mengizinkan penggunaan obat ini bersama dengan kelas obat kanker lain yang dikenal sebagai inhibitor CDK4/6.

Bagi investor, hasil uji coba yang mengecewakan ini menimbulkan pertanyaan tentang potensi pasar jangka panjang untuk Etcamah, terutama pada populasi pasien lini pertama. Reaksi pasar yang negatif, dengan penurunan saham sebesar 3%, mencerminkan kekhawatiran ini, meskipun persetujuan FDA sebelumnya memberikan dasar untuk penggunaan obat dalam konteks lain.

Back to latest news

LATEST