Story

Pasar Nantikan Laporan Alphabet & Tesla di Tengah Gejolak Minyak dan Pelemahan Yen

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 22, 20262 min read
Pasar Nantikan Laporan Alphabet & Tesla di Tengah Gejolak Minyak dan Pelemahan Yen

Summary

Investor global menantikan laporan keuangan dari raksasa teknologi Alphabet dan Tesla, sementara pasar diguncang oleh kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah dan pelemahan yen Jepang ke level terendah dalam 40 tahun.

Text size
Background

Kontrak berjangka Wall Street melemah karena investor mengalihkan fokus pada laporan keuangan kuartalan dari raksasa teknologi Alphabet dan Tesla, di tengah meningkatnya harga minyak dan imbal hasil obligasi akibat ketegangan geopolitik yang terus berlanjut.

Fokus pada Raksasa Teknologi

Alphabet akan menjadi yang pertama dari jajaran perusahaan teknologi raksasa AS yang melaporkan kinerja kuartal keduanya, dengan ekspektasi pasar yang sangat tinggi untuk dapat terlampaui. Laporan dari Tesla juga dijadwalkan rilis pada hari yang sama.

Perhatian investor tertuju pada belanja modal (capex) perusahaan-perusahaan ini. Analisis Reuters menunjukkan bahwa empat *hyperscaler* AI dapat melihat capex mereka melebihi arus kas operasional pada tahun depan, sebuah pergeseran signifikan. Tesla juga diperkirakan akan menunjukkan bahwa perusahaan kembali dalam mode 'bakar uang' (*cash burn*).

Gejolak Geopolitik Dongkrak Harga Minyak

Harga minyak mentah Brent mendekati $95 per barel, level tertinggi dalam enam minggu, didorong oleh konflik antara AS dan Iran yang telah memasuki hari kesebelas tanpa tanda-tanda akan berakhir. Menurut Pentagon, konflik ini telah membebani pemerintah AS lebih dari $37,5 miliar.

Kekhawatiran pasar semakin meningkat terkait penumpukan stok bahan bakar untuk musim dingin. Goldman Sachs dalam laporannya minggu ini menyatakan bahwa jika konflik Teluk tidak segera mereda, harga minyak mentah bisa mencapai $120 per barel pada kuartal keempat.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Yen Anjlok ke Level Terendah 40 Tahun

Di tengah volatilitas pasar, mata uang yen Jepang kembali tergelincir, mencapai level terlemahnya dalam 40 tahun terakhir di atas 163 per dolar. Pelemahan ini dipicu oleh dua faktor utama: lonjakan harga minyak mentah, yang menjadi risiko inflasi bagi Jepang sebagai importir besar, dan ancaman tarif baru dari AS.

Para pelaku pasar di Tokyo kembali waspada terhadap risiko intervensi resmi untuk menopang yen, setelah Menteri Keuangan Katayama kembali memperingatkannya pada hari Rabu.

Dampak ke Pasar Lain

Kenaikan harga minyak telah memicu pengetatan di pasar obligasi global, yang tercermin dari naiknya imbal hasil. Kondisi ini menambah tekanan pada aset-aset berisiko.

Sementara itu, saham-saham semikonduktor menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Indeks chip SOX AS sempat melonjak 5% pada hari Selasa, namun reli tersebut kehilangan momentumnya di sesi perdagangan Asia.

Back to latest news

LATEST